Ekosistem SPKLU Mendorong Dekarbonisasi dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Keberadaan ekosistem Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) diyakini menjadi kunci percepatan target dekarbonisasi pemerintah dan pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang masif diyakini dapat mempercepat pencapaian target dekarbonisasi pemerintah Indonesia. Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Satya Hangga Yudha Widya Putra, menekankan peran penting ekosistem ini dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Hangga dalam kunjungan kerjanya ke salah satu SPKLU PLN di Braga, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (17/1/2026). Ia mengapresiasi perkembangan infrastruktur kelistrikan yang agresif di wilayah tersebut, terutama pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) yang telah mencapai 33 persen dari pasokan listrik.
Pengembangan SPKLU memiliki keunggulan fleksibilitas lokasi dibandingkan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), karena dapat dibangun di mana saja selama tersedia jaringan listrik. Hal ini diharapkan dapat mendorong adopsi kendaraan listrik lebih luas dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta berkelanjutan bagi masa depan Indonesia.
Peran SPKLU dalam Mendukung Dekarbonisasi Nasional
Tenaga Ahli Menteri ESDM, Satya Hangga Yudha Widya Putra, menegaskan bahwa ekosistem Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) merupakan elemen krusial dalam upaya pemerintah mencapai target dekarbonisasi. Fleksibilitas lokasi SPKLU, yang memungkinkan pembangunan di berbagai titik dengan akses jaringan listrik, menjadi keunggulan utama dibandingkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).
Hangga berharap pengembangan ekosistem SPKLU terus digencarkan untuk tidak hanya mendukung target dekarbonisasi, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen. Dengan dukungan infrastruktur yang andal dan insentif yang kompetitif, diharapkan masyarakat akan semakin terbiasa menggunakan kendaraan listrik dan transportasi umum bertenaga listrik. Ini akan berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di masa depan Indonesia.
Kunjungan kerja ke SPKLU PLN di Braga, Bandung, juga bertujuan untuk memantau langsung progres dan mengidentifikasi hambatan birokrasi yang ada. Tujuannya adalah memastikan investor tetap tertarik berinvestasi di sektor ini dan tidak beralih ke negara lain.
Agresifnya Pertumbuhan Kendaraan Listrik dan Infrastruktur di Jawa Barat
Jawa Barat menunjukkan tren pertumbuhan kendaraan listrik (EV) yang sangat masif, menjadi salah satu lokomotif adopsi EV di Indonesia. Hingga saat ini, 22 persen dari total penjualan listrik nasional untuk kendaraan listrik berasal dari wilayah kerja PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat. Angka ini mencerminkan tingginya minat dan penggunaan kendaraan listrik di provinsi tersebut.
PLN telah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun infrastruktur pendukung, khususnya SPKLU. Hingga Desember 2025, PLN telah mengoperasikan 501 unit SPKLU yang tersebar di 289 lokasi strategis. Ini termasuk penyediaan unit ultra fast charging di seluruh rest area jalur Tol Trans-Jawa, yang sangat vital untuk mobilitas pengguna EV lintas kota.
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Bandung, Donna Sinatra, melaporkan data impresif terkait penggunaan SPKLU. Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 400.625 kali transaksi pengisian daya dengan total energi tersalurkan mencapai 9.481.373 kWh. Tren ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 298 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan peningkatan adopsi EV yang pesat.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Barat, Krisantus H Setyawan, menjelaskan bahwa penambahan SPKLU ini adalah bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap program dekarbonisasi pemerintah. Selain stasiun pengisian tetap, PLN juga menyediakan layanan SPKLU Mobile bagi pelanggan yang mengalami kondisi baterai rendah sebelum mencapai titik pengisian.
Inovasi dan Kemudahan Layanan SPKLU dari PLN
PLN terus berinovasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna kendaraan listrik. Manajer Pelayanan Pelanggan PLN UID Jabar, Retna Arliana, mengungkapkan bahwa evaluasi berdasarkan pengalaman pelanggan menjadi dasar pengembangan fitur baru. Salah satu inovasi terbaru yang diluncurkan pada Desember 2025 adalah fitur Antrean SPKLU di aplikasi PLN Mobile.
Fitur Antrean SPKLU ini dirancang untuk memberikan kemudahan dan efisiensi bagi pengguna. Pengguna dapat memperoleh nomor antrean digital dan memantau status stasiun pengisian apakah sedang digunakan atau tersedia melalui indikator warna. Ini membantu pengguna merencanakan waktu pengisian daya dengan lebih baik dan mengurangi waktu tunggu.
Dengan dukungan infrastruktur yang semakin canggih dan layanan yang terus ditingkatkan, PLN berupaya menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan kendaraan listrik. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan melalui transisi energi.
Sumber: AntaraNews