Pemerintah Provinsi Lampung Genjot Ekosistem Taksi Listrik Ramah Lingkungan
Pemerintah Provinsi Lampung serius memperkuat ekosistem transportasi umum ramah lingkungan dengan mendorong kehadiran taksi listrik, menargetkan pengurangan polusi dan peningkatan investasi hijau di perkotaan.
Pemerintah Provinsi Lampung secara aktif memperkuat ekosistem transportasi umum perkotaan yang ramah lingkungan. Langkah ini diwujudkan melalui inisiatif kehadiran taksi listrik yang diharapkan dapat mengurangi tingkat polusi udara. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan komitmennya untuk menjaga lingkungan tetap baik dengan mendorong hadirnya taksi listrik atau yang disebut 'taksi hijau' di provinsi tersebut.
Kebijakan ini merupakan respons terhadap kebutuhan pelayanan transportasi yang efisien sekaligus upaya menekan polusi udara di wilayah perkotaan. Pemerintah Provinsi Lampung membuka peluang investasi bagi taksi berbasis kendaraan listrik. Hal ini sejalan dengan target transformasi bertahap menuju penggunaan energi hijau pada sektor transportasi umum.
Upaya ini juga melibatkan persiapan ekosistem pendukung yang komprehensif, terutama Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Pengembangan SPKLU akan difokuskan di Kota Bandarlampung dan wilayah sekitarnya sebagai tahap awal. Inisiatif ini menandai langkah strategis Lampung dalam mewujudkan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Fokus Pengurangan Polusi dan Investasi Hijau
Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk mengurangi tingkat polusi udara serta menjaga kualitas lingkungan di wilayah perkotaan. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa kehadiran taksi listrik merupakan salah satu solusi strategis. "Ke depan kami ingin mengurangi tingkat polusi sekaligus menjaga lingkungan agar tetap baik. Oleh karena itu, taksi listrik atau taksi hijau kami dorong hadir di Provinsi Lampung," ujarnya di Bandarlampung, Selasa.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga membuka peluang investasi baru. Kebijakan ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan pelayanan transportasi yang modern dan berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan adanya transformasi bertahap menuju penggunaan energi hijau pada sektor transportasi umum.
Pembukaan investasi taksi berbasis kendaraan listrik diharapkan dapat menarik minat pelaku usaha. Hal ini akan mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan di sektor transportasi. Dengan demikian, Lampung berupaya menciptakan ekosistem transportasi yang lebih bersih dan efisien.
Persiapan Ekosistem SPKLU dan Target Penambahan
Pemerintah Provinsi Lampung tidak hanya mendorong kehadiran taksi listrik, tetapi juga secara aktif mempersiapkan infrastruktur pendukungnya. Salah satu fokus utama adalah pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Gubernur menjelaskan bahwa ketersediaan SPKLU harus dipastikan sebelum jumlah mobil listrik meningkat signifikan.
"Sebelum mobil listriknya banyak, tentu ekosistem SPKLU harus disiapkan terlebih dahulu," kata Gubernur. Untuk tahap awal, pengembangan SPKLU akan dipusatkan di Kota Bandarlampung dan area sekitarnya. Ini menunjukkan pendekatan bertahap dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang solid.
Saat ini, Provinsi Lampung telah memiliki sekitar 44 unit SPKLU yang tersebar di berbagai daerah. Pemerintah daerah menargetkan penambahan signifikan hingga 101 unit SPKLU selama periode 2028-2029. Target ambisius ini akan dicapai melalui kolaborasi erat dengan PLN dan pihak swasta, memastikan ketersediaan fasilitas pengisian daya yang memadai.
Keterlibatan Lokal dan Peran BUMD
Dalam pengembangan ekosistem taksi listrik ini, Pemerintah Provinsi Lampung menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal. Tenaga pengemudi taksi listrik wajib berasal dari warga lokal Lampung. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat setempat.
Selain itu, ada komitmen kuat untuk mendorong kesetaraan gender dalam kesempatan kerja. "Harus ada keterlibatan pengemudi perempuan dengan persentase minimal 30 persen dari total tenaga kerja," ujar Gubernur. Ini menunjukkan upaya inklusif dalam program transportasi hijau.
Pemerintah Provinsi Lampung juga memastikan keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam skema kerja sama. Keterlibatan BUMD ini mencakup kepemilikan saham, sehingga manfaat ekonomi dari proyek ini dapat dirasakan oleh daerah. Kehadiran taksi listrik ini tidak dimaksudkan sebagai kendaraan dinas pemerintah, melainkan sebagai layanan transportasi publik yang berorientasi pada masyarakat dan ekonomi daerah.
Rencana Peluncuran Green SM Indonesia di Lampung
Kota Bandarlampung diproyeksikan menjadi lokasi peluncuran taksi listrik Green SM Indonesia yang keempat di Indonesia. Ini sekaligus akan menjadi kota pertama di Pulau Sumatera yang menghadirkan layanan tersebut. Direktur Green SM Indonesia, Denny Tija, menyampaikan antusiasmenya terhadap rencana ini.
"Target kami ini diluncurkan di bulan Ramadhan," kata Denny Tija. Untuk tahap awal, Green SM Indonesia berencana menyiapkan sekitar 400 unit kendaraan. Peluncuran ini akan dimulai di Bandarlampung, menandai dimulainya era transportasi listrik di wilayah tersebut.
Mengenai tarif, Denny Tija menjelaskan bahwa harganya akan ditetapkan sesuai dengan kondisi ekonomi daerah dan persaingan usaha di masing-masing kota. Saat ini, Green SM Indonesia masih dalam tahap riset dan pengurusan legalitas operasional di Lampung, memastikan semua aspek telah siap sebelum peluncuran.
Tahapan Pengembangan Operasional Taksi Listrik
Rencana pengembangan operasional Green SM Indonesia di Lampung akan dilakukan dalam beberapa fase. Fase pertama akan berfokus pada peluncuran taksi dan pengenalan layanan dengan kegiatan operasional di Bandarlampung. Pada fase ini, akan disiapkan 400 unit armada dan 500 pengemudi yang merupakan warga Lampung, didukung oleh dua stasiun pengisian kendaraan listrik.
Fase kedua akan memperluas jangkauan layanan di Provinsi Lampung, dengan penambahan operasional di Kota Metro selain Bandarlampung. Jumlah total kendaraan akan meningkat menjadi 600 unit, dengan 750 pengemudi asal Lampung, serta penambahan lima stasiun pengisian kendaraan listrik.
Memasuki fase ketiga, operasional akan mendukung perkembangan ekonomi hijau di Lampung dengan 700 unit kendaraan dan 875 pengemudi asal Lampung. Puncak pengembangan akan terjadi pada fase keempat, di mana armada akan bertambah menjadi 1.000 unit, didukung oleh 1.200 pengemudi.
Sumber: AntaraNews