Kendala Administratif Jadi Biang Kerok Lambatnya Pembayaran Honor Business Assistant Kemenkop
Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengungkap kendala administratif sebagai penyebab utama keterlambatan pembayaran honor Business Assistant (BA) dan PMO dalam program KDKMP, memicu pertanyaan kapan dana pendampingan akan terselesaikan.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengonfirmasi adanya keterlambatan dalam pembayaran honor bagi para business assistant (BA) dan project management officer (PMO). Keterlambatan ini terjadi dalam program pendampingan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang merupakan inisiatif penting pemerintah.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menjelaskan bahwa akar masalahnya terletak pada kendala administratif yang kompleks. Proses pembayaran melibatkan beberapa lembaga, termasuk Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN) serta bank mitra, karena skema dekonsentrasi ke dinas provinsi.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan para pendamping mengenai kepastian pembayaran hak mereka. Kemenkop berjanji akan mempercepat proses verifikasi data agar honor para Business Assistant dapat segera terselesaikan tanpa hambatan lebih lanjut.
Penyebab Utama Keterlambatan Pembayaran Honor Pendamping
Destry Anna Sari mengungkapkan bahwa kendala administratif menjadi faktor krusial yang memperlambat transfer dana tersebut. Masalah seperti ketidaksesuaian nama rekening peserta, trace aplikasi keuangan negara, hingga verifikasi massal rekening seringkali muncul di lapangan.
Ia mencontohkan kasus di mana sejumlah BA tidak memiliki rekening pribadi, sehingga mereka menggunakan rekening anak atau anggota keluarga. “Kalau satu kegiatan punya 30 peserta, maka 30 rekening harus valid semua sebelum bisa ditransfer,” ujar Destry, menjelaskan kompleksitas proses pencocokan data yang memakan waktu.
Proses verifikasi rekening yang tidak valid ini memerlukan waktu lebih panjang dan melibatkan koordinasi antarlembaga. Hal ini secara langsung berdampak pada lambatnya proses pencairan dana honor Business Assistant yang sangat dinantikan oleh para pendamping.
Progres Penyerapan Anggaran dan Pelatihan Program KDKMP
Hingga saat ini, penyerapan anggaran dekonsentrasi untuk program KDKMP masih tergolong rendah, baru mencapai sekitar 8 persen. Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak dana yang belum tersalurkan kepada pihak-pihak yang berhak, termasuk untuk pembayaran honor Business Assistant.
Selain masalah pembayaran, program pelatihan untuk pengurus KDKMP juga berlangsung secara bertahap. Destry menyebutkan bahwa pelatihan ini baru mencapai sekitar 15 persen dari total target yang ditetapkan. Kemenkop berharap agar proses ini dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah direncanakan.
Pelatihan pengurus KDKMP ditargetkan selesai pada pekan pertama Desember mendatang. Kemenkop optimis tidak akan ada kendala berarti yang menghambat penyelesaian pelatihan tersebut, meskipun progresnya masih jauh dari target ideal.
Komitmen Kemenkop untuk Percepatan Administrasi
Kemenkop menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proses pembayaran honor BA dan PMO akan dipenuhi setelah verifikasi data selesai. Pihaknya bersama pemerintah daerah terus berupaya mempercepat proses administratif yang berbelit-belit ini.
Destry meminta para pendamping untuk tetap melanjutkan tugas mereka dalam mendampingi koperasi desa dan kelurahan. “Kami memastikan seluruh proses pembayaran BA dan PMO akan dipenuhi setelah verifikasi data selesai,” tegasnya, sembari menunggu percepatan administrasi yang sedang diupayakan.
Upaya percepatan administrasi ini menjadi prioritas agar hak-hak para pendamping dapat segera terpenuhi. Kemenkop berharap agar kendala teknis dan administratif dapat segera diatasi sehingga program pendampingan KDKMP dapat berjalan lancar dan efektif.
Sumber: AntaraNews