Kementerian PU Targetkan Ruas Pemalang-Pekalongan Mantap Jelang Mudik Lebaran 2026
Kementerian PU mempercepat preservasi Ruas Pemalang-Pekalongan, memastikan kondisi jalan mantap dan aman untuk kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pekerjaan preservasi di ruas Jalan Nasional Pemalang-Pekalongan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalan berstatus mantap, aman, dan nyaman dilalui masyarakat menjelang periode mudik Lebaran 2026. Ruas jalan ini merupakan bagian vital dari koridor strategis Pantura Jawa yang dikenal dengan mobilitas kendaraan yang tinggi.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan pentingnya kesiapan ruas jalan tersebut sebelum puncak arus mudik. Beliau menyatakan bahwa percepatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang andal. Fokus utama adalah pada jalur-jalur dengan mobilitas tinggi seperti Pantura Jawa.
Pekerjaan preservasi ini mencakup sejumlah segmen prioritas yang difokuskan pada perbaikan struktur perkerasan jalan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya tahan serta kenyamanan berkendara bagi para pemudik. Beberapa titik strategis menjadi prioritas penyelesaian agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas selama musim mudik.
Progres dan Target Preservasi Jalan Nasional
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Moch Iqbal Tamher, menyampaikan kabar positif mengenai progres pekerjaan. Hingga saat ini, progres fisik pekerjaan telah mencapai 78,89 persen. Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya sebesar 37,66 persen, menunjukkan efisiensi dan kecepatan dalam pengerjaan.
Target utama dari percepatan ini adalah memastikan ruas Pemalang-Pekalongan dalam kondisi mantap dan aman dilalui masyarakat sebelum Lebaran. Komitmen ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jalan. Kesiapan infrastruktur menjadi kunci dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat saat mudik.
Penyelesaian segmen-segmen prioritas sebelum Lebaran diharapkan dapat meminimalisir hambatan perjalanan. Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih nyaman dan aman. Kementerian PU terus memantau dan mengoptimalkan setiap tahapan pekerjaan yang sedang berlangsung.
Metode Peningkatan Kualitas Jalan Pemalang-Pekalongan
Penanganan preservasi ruas Pemalang-Pekalongan dilakukan melalui dua tipe pekerjaan utama. Tipe pertama melibatkan penambahan konstruksi baru tanpa pembongkaran perkerasan eksisting. Metode ini mencakup penambahan lapisan AC-BC dengan tebal minimum 3 cm dan beton mutu fs'45 setebal 31 cm. Waktu pengerasan untuk tipe ini berkisar antara 3 hingga 7 hari.
Sementara itu, tipe kedua pekerjaan dilakukan dengan pembongkaran perkerasan eksisting terlebih dahulu. Setelah pembongkaran, dilanjutkan dengan pekerjaan agregat Kelas A setebal 20 cm, beton kurus setebal 10 cm, dan beton fs'45 setebal 31 cm. Masa pengerasan untuk tipe kedua ini juga memerlukan waktu 3 hingga 7 hari. Tipe pekerjaan ini bertujuan untuk memperkuat struktur jalan secara menyeluruh.
Selain rekonstruksi, preservasi juga mencakup pemeliharaan rutin yang penting untuk menjaga kualitas jalan. Pemeliharaan ini meliputi perbaikan campuran aspal panas serta pengendalian vegetasi di sepanjang ruas jalan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dalam jangka panjang.
Dampak Positif Preservasi untuk Arus Mudik
Melalui pekerjaan preservasi yang intensif ini, Kementerian PU berupaya menjaga konektivitas antar wilayah di Jawa Tengah. Kesiapan ruas Pemalang-Pekalongan sangat krusial mengingat posisinya sebagai koridor strategis Pantura Jawa. Jalur ini menjadi salah satu urat nadi utama transportasi darat di Pulau Jawa.
Kondisi jalan yang mantap dan aman akan secara langsung mendukung kelancaran arus mudik Lebaran. Hal ini mengurangi potensi kemacetan dan risiko kecelakaan lalu lintas. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan setiap perjalanan mudik dapat berlangsung dengan aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Peningkatan infrastruktur jalan merupakan investasi jangka panjang yang memberikan manfaat besar bagi perekonomian dan mobilitas sosial. Dengan jalan yang berkualitas, distribusi barang dan jasa juga akan menjadi lebih efisien. Kementerian PU terus berupaya menghadirkan infrastruktur yang andal dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews