Kemenperin Gandeng Perusahaan Global, Perkuat Digitalisasi Industri RI Lewat Hackathon 5G dan AI
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng Ericsson dan Qualcomm untuk mempercepat digitalisasi industri RI melalui Hackathon 2025 bertema 5G dan AI, mendorong inovasi dan daya saing nasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara strategis menggandeng dua perusahaan teknologi global terkemuka, Ericsson dan Qualcomm. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan serta daya saing industri nasional melalui percepatan transformasi digital yang komprehensif di sektor perindustrian Indonesia.
Inisiatif penting ini diumumkan di Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (14/11), menandai langkah maju dalam upaya pemerintah mendorong implementasi Industri 4.0. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem industri yang lebih tangguh dan inovatif di masa depan.
Salah satu wujud konkret dari kerja sama ini adalah penyelenggaraan kompetisi Hackathon 2025 yang bertajuk “Indonesias NextGen Digital Sprint with 5G and AI”. Rangkaian kegiatan ini dimulai pada 18 September 2025 dan puncaknya akan mencapai babak final pada 13 November 2025.
Kolaborasi Strategis untuk Industri 4.0
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama keberhasilan transformasi menuju Industri 4.0. Menurutnya, implementasi Industri 4.0 tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi semata, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta kematangan proses bisnis yang ada.
Untuk mendukung percepatan digitalisasi industri, Kemenperin telah mengembangkan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). Indeks ini berfungsi sebagai standar pengukuran kesiapan digital suatu industri, memastikan setiap sektor dapat menilai dan meningkatkan kapabilitas digitalnya secara terukur.
Selain itu, Kemenperin juga membangun Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI 4.0) di bawah naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI). PIDI 4.0 dirancang sebagai pusat solusi satu pintu, menyediakan berbagai layanan dan dukungan bagi industri yang ingin bertransformasi secara digital.
Inisiatif ini sejalan dengan arah pembangunan industri nasional dalam kerangka Making Indonesia 4.0. Hal tersebut juga mendukung visi Indonesia untuk menjadi salah satu dari 10 besar ekonomi dunia pada tahun 2030, dengan kunci utama pada transformasi teknologi, penguatan inovasi, dan digitalisasi manufaktur.
Hackathon 2025: Wadah Inovasi 5G dan AI
Setelah sukses pada tahun 2024, kompetisi Hackathon kembali digelar pada 2025 dengan jangkauan yang lebih luas dan ambisi yang lebih besar. Kompetisi kolaboratif ini melibatkan talenta muda, startup inovatif, dan para pengembang dari berbagai latar belakang, mendorong mereka untuk menciptakan prototipe berbasis teknologi 5G dan Artificial Intelligence (AI).
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menekankan pentingnya memiliki SDM yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menciptakannya. Hackathon ini menjadi platform ideal untuk mewujudkan tujuan tersebut, membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan untuk masa depan industri.
Kepala Pusdiklat SDM Industri Sidik Herman menambahkan bahwa Hackathon bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah laboratorium inovasi yang mempertemukan kreativitas, teknologi, dan tantangan nyata industri. “Fokus kita pada AI generatif, 5G, IoT, robotics, dan edge computing memberi ruang bagi talenta Indonesia untuk menjawab pain points industri,” jelasnya.
Tahun ini, tantangan yang diangkat dalam Hackathon 2025 berasal dari sektor-sektor krusial seperti otomotif, alat kesehatan, serta makanan dan minuman. Dengan demikian, solusi yang dikembangkan diharapkan tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dan dapat diterapkan langsung dalam proses industri untuk memberikan dampak nyata.
Optimisme Kemenperin dan Perusahaan Global
Direktur Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, turut menegaskan pentingnya adopsi teknologi baru di sektor manufaktur untuk menjaga daya saing. “Kami berharap banyak inovasi lahir dari pemanfaatan 5G dan AI untuk menjawab kebutuhan industri. Pemanfaatan AI kini berkembang pesat dan berpotensi besar meningkatkan kinerja manufaktur,” ujarnya, menyoroti potensi besar dari teknologi ini.
Kemenperin menyatakan optimisme tinggi bahwa semangat kolaborasi yang terjalin antara seluruh peserta Hackathon 2025 akan menjadi fondasi penting. Fondasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem inovasi nasional secara signifikan.
Inisiatif ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya solusi-solusi industri masa depan yang tidak hanya tangguh dan efisien, tetapi juga memiliki daya saing global. Dengan demikian, Indonesia dapat terus maju dalam peta industri dunia.
Sumber: AntaraNews