Danantara dan Kemdiktisaintek Perkuat Fondasi Ekosistem Semikonduktor Nasional
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersinergi memperkuat fondasi riset dan ekosistem semikonduktor nasional dari hulu hingga hilir, membuka peluang bes
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan untuk memperkuat fondasi riset industri semikonduktor di Indonesia. Sinergi ini bertujuan membangun ekosistem semikonduktor nasional yang komprehensif, mencakup seluruh rantai nilai dari hulu hingga hilir.
Kedua lembaga tersebut menggelar workshop bertajuk "Percepatan Pengembangan Ekosistem Industri dan Riset Semikonduktor Nasional" di Jakarta, Sabtu (14/3). Acara ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta pelaku industri, guna menyusun arah pengembangan yang lebih terintegrasi dan strategis.
Langkah kolaboratif ini diambil untuk memanfaatkan momentum perkembangan industri global, khususnya pada pengembangan AI chip, yang dinilai sebagai peluang besar bagi Indonesia. Penguatan talenta, pengembangan produk relevan, dan landasan kolaborasi menjadi kunci utama dalam upaya percepatan ini.
Peluang dan Tantangan Pengembangan Ekosistem Semikonduktor Nasional
Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa, menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar dalam membangun industri semikonduktor nasional, meskipun dunia sedang memasuki babak baru. Menurut Sigit, tidak ada kata terlambat bagi Indonesia untuk masuk pada momentum yang tepat, terutama dengan fokus pada pengembangan AI chip.
Pengembangan ekosistem semikonduktor nasional membutuhkan orkestrasi yang kuat dari berbagai elemen. Ini mencakup penetapan daftar produk prioritas, proses desain yang matang, kesiapan fabrikasi, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Selain itu, penyusunan model bisnis yang berkelanjutan dan valuasi ekonomi yang jelas juga menjadi krusial. Sigit menekankan pentingnya kolaborasi erat antara semua pihak untuk memastikan keberhasilan pengembangan ini.
Dukungan Pemerintah dan Peran Pemangku Kepentingan
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyatakan kesiapan pemerintah untuk memberikan dukungan penuh. Dukungan ini akan diwujudkan melalui regulasi dan standardisasi yang memadai, memastikan pengembangan semikonduktor nasional dapat bergerak cepat menuju tahap komersial.
Brian menekankan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah kejelasan mengenai produk prioritas, desain yang spesifik, peta jalan (roadmap) yang terukur, dan pembagian peran yang terorkestrasi dengan baik. Pemerintah akan fokus pada fasilitasi regulasi, sementara industri diharapkan berada di garda depan.
Pengembangan ini bukan hanya proyek riset semata, melainkan proyek investasi yang harus menghasilkan produk layak secara ekonomi dan memungkinkan secara komersial. Brian juga menambahkan, perguruan tinggi dan lembaga penelitian diharapkan tetap menjadi sumber inovasi dan penguatan basis teknologi.
Sementara itu, industri memegang peran penting dalam mengarahkan kebutuhan pasar, mempercepat adopsi teknologi, serta memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan memiliki kelayakan ekonomi. Kolaborasi erat lintas pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan ini.
Target dan Harapan Kolaborasi untuk Ekosistem Semikonduktor Nasional
Penguatan ekosistem semikonduktor nasional ini sejalan dengan upaya Indonesia dalam membangun fondasi industri melalui kemitraan strategis dengan industri global. Kolaborasi antara Danantara dan Kemdiktisaintek bertujuan memperkuat kapabilitas nasional dalam rantai nilai semikonduktor.
Fokus utama adalah penguasaan desain chip dan pengembangan produk, sekaligus membuka ruang penguatan kapasitas dan kompetensi talenta semikonduktor. Ini berlaku baik di lingkungan industri maupun perguruan tinggi di Indonesia.
Kegiatan workshop ini menargetkan tiga output utama yang konkret:
- Penetapan produk semikonduktor prioritas yang akan menjadi fokus pengembangan nasional.
- Penyusunan rencana pengembangan talenta yang komprehensif untuk mendukung kebutuhan industri semikonduktor.
- Perumusan peta jalan kolaborasi lima tahun untuk mempercepat hilirisasi dan penguatan ekosistem semikonduktor nasional.
Melalui langkah-langkah ini, diharapkan akan lahir produk-produk semikonduktor unggulan Indonesia yang siap masuk ke tahap pengembangan lanjutan, industrialisasi, dan pemanfaatan nyata di sektor-sektor strategis nasional.
Sumber: AntaraNews