Diplomasi Semikonduktor Indonesia Fokus Kemitraan Global, Perkuat Posisi Teknologi Nasional
Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menegaskan bahwa diplomasi semikonduktor Indonesia akan berpusat pada kemitraan internasional untuk mempercepat pengembangan industri dan mengamankan posisi teknologi nasional.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno menyatakan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia di sektor semikonduktor akan berorientasi pada pembentukan kemitraan internasional. Langkah strategis ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan industri semikonduktor nasional yang krusial bagi kemajuan teknologi.
Pernyataan penting tersebut disampaikan Wamenlu Havas dalam sambutannya pada Indonesia Semiconductor Summit (ISS) 2026. Acara bergengsi ini diselenggarakan oleh Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC) di ITB Innovation Park, Bandung, pada tanggal 29-30 Januari 2026.
Pembentukan aliansi strategis dengan mitra global dan regional menjadi kunci utama dalam strategi ini. Wamenlu Havas menekankan bahwa kerja sama ini esensial untuk memfasilitasi transfer teknologi dan menempatkan Indonesia pada peta teknologi dunia yang semakin kompetitif.
Kemitraan Internasional: Fondasi Industri Semikonduktor Indonesia
Indonesia secara aktif berupaya membangun aliansi strategis dengan berbagai negara dan entitas regional dalam pengembangan industri semikonduktor. Wamenlu Arif Havas Oegroseno menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan fondasi vital untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor semikonduktor di tanah air.
Kolaborasi internasional tidak hanya membuka pintu bagi transfer teknologi mutakhir, tetapi juga membantu Indonesia mengamankan posisinya dalam rantai pasok global. Hal ini penting agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, melainkan juga pemain kunci dalam ekosistem semikonduktor dunia.
Melalui diplomasi semikonduktor ini, pemerintah berharap dapat menarik investasi, keahlian, dan inovasi dari negara-negara maju. Keterlibatan mitra global diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas produksi dan kapabilitas riset dan pengembangan di Indonesia.
Potensi Domestik dan Strategi Pemerintah dalam Industri Semikonduktor
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyoroti potensi besar pengembangan industri semikonduktor di Indonesia. Indonesia berada di peringkat pertama dalam Manufacturing Value Added (MVA) di ASEAN, menunjukkan kapasitas manufaktur yang kuat.
Potensi pasar domestik yang sangat besar, terutama di sektor ponsel dan kendaraan listrik (EV), menjadi daya tarik utama bagi investasi di bidang semikonduktor. Pertumbuhan pesat kedua sektor ini menciptakan permintaan chip yang signifikan di dalam negeri.
Pemerintah juga memiliki strategi konkret untuk memperkuat posisi Indonesia dalam global value chain semikonduktor. Salah satunya adalah dengan mendorong pembangunan infrastruktur smelter silika, yang akan memastikan kemandirian bahan baku dan mengurangi ketergantungan impor.
Sinergi Akademisi-Industri dan Peran Indonesia Semiconductor Summit 2026
Pentingnya kolaborasi antara akademisi dan industri ditekankan oleh Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara, serta Chairman ICDeC, Prof. Trio Adiono. Sinergi ini krusial untuk menciptakan inovasi teknologi yang memberikan dampak positif secara nasional dan berkelanjutan.
ISS 2026 menjadi platform penting yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor semikonduktor. Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah, swasta, dan akademisi, baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk dari Jerman, Belanda, Inggris, Amerika Serikat, Malaysia, Jepang, serta Asian Development Bank (ADB).
Sebagai forum internasional pertama di Indonesia yang berfokus pada semikonduktor, ISS 2026 diharapkan dapat memicu terbentuknya aliansi strategis. Aliansi ini vital untuk mengakselerasi pengembangan ekosistem semikonduktor di Indonesia, mulai dari transfer teknologi, pengembangan SDM, hingga penguatan rantai pasok industri.
Sumber: AntaraNews