Karyawan Gaji UMR Jakarta Ternyata Bisa Investasi Saham, Begini Strateginya
Kunci investasi bagi karyawan lajang dengan UMR Jakarta bekisar Rp5 sampai Rp6 juta per bulan cukup dengan menyisihkan uang hanya Rp5.000 per hari.
CEO ZAP Finance, Prita Ghozie membagikan kiat bagi karyawan dengan gaji UMR Jakarta agar tetap dapat berinvestasi. Namun, cara ini berlaku bagi masyarakat dengan status lajang atau belum menikah.
"Karena kan kalau sudah menikah perhitungannya lain, agak berat. Jadi, fokusnya ini ke arah lajang," ujar Prita dalam acara Webinar Bank Raya di Menara Brilian, Jakarta, Kamis (19/6).
Dia menyampaikan, kunci investasi bagi karyawan lajang dengan UMR Jakarta bekisar Rp5 sampai Rp6 juta per bulan cukup dengan menyisihkan uang hanya Rp5.000 per hari.
Jika dilakoni secara konsisten, maka karyawan yang bersangkutan akan memperoleh tabungan untuk investasi berkisar Rp150.000 per bulan.
"Maka tadi karyawan dengan gaji UMR tetap bisa berinvestasi. Asalkan tadi konsisten bisa menyisihkan Rp5.000 per hari," ucapnya.
Prita merekomendasikan dana tersebut dapat diputarkan ke instrumen investasi seperti saham ataupun tabungan emas. Untuk saham, dia meminta calon investor dapat lebih jeli memilih saham dari perusahaan yang bagus.
"Apalagi sekarang kan harga saham juga pada turun. Jadi itu, bisa dimanfaatkan untuk beli mungkin," tandasnya.
Hari Ini IHSG Tersungkur 1,5 Persen
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan hari ini, Kamis 19 Juni 2025. IHSG turun 1,5 persen ke posisi 6.999 saat berita ditulis.
Analis memperkirakan IHSG hari ini masih akan melemah, salah satunya disebabkan tensi geopolitik luar negeri yang masih membara.
"Kami memperkirakan IHSG akan melemah disebabkan oleh tensi geopolitik yang masih tinggi antara US & Israel-Iran. Juga melemahnya nilai tukar Rupiah, serta kembali keluarnya dana asing," ulas Pengamat Pasar Modal Panin Sekuritas, Reydi Octa, Kamis (19/6).
Pada Rabu, 18 Juni 2025, IHSG ditutup di level 7.107, yang menandakan indeks masih bertahan di atas area psikologis 7.000 meski terus tertekan oleh ketegangan geopolitik Iran-Israel, pelemahan rupiah, serta sentimen global yang berhati-hati menjelang keputusan The Fed.
Volume transaksi saham yang mulai menyusut juga menunjukkan minat beli jangka pendek mulai meredup. Level support kuat berada di 7.000–6.960, sedangkan resistance jangka pendek berada di kisaran 7.170–7.200.