Harga Referensi Biji Kakao Anjlok 29 Persen, Kemendag Ungkap Penyebabnya
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan Harga Referensi Biji Kakao untuk periode Maret 2026 mengalami penurunan signifikan. Anjloknya harga ini dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan pasokan global.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan adanya penurunan drastis pada harga referensi komoditas biji kakao untuk periode Maret 2026. Penurunan ini mencapai hampir 30 persen dari periode sebelumnya. Situasi ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai stabilitas pasar komoditas global.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa harga referensi biji kakao ditetapkan sebesar 4.047,45 dolar AS per metrik ton. Angka ini menunjukkan kemerosotan sebesar 29,21 persen, atau setara dengan 1.669,99 dolar AS per metrik ton dibandingkan periode sebelumnya.
Penurunan harga referensi biji kakao ini juga berimbas pada harga patokan ekspor (HPE) biji kakao. Untuk Maret 2026, HPE biji kakao turun menjadi 3.722 dolar AS per metrik ton.
Faktor Pemicu Penurunan Harga Referensi Biji Kakao
Penurunan harga referensi dan harga patokan ekspor biji kakao disebabkan oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah turunnya permintaan global yang tidak diimbangi dengan peningkatan pasokan.
Tommy Andana menambahkan bahwa membaiknya produksi di negara-negara produsen utama, seperti Pantai Gading, turut berkontribusi. Peningkatan pasokan dari wilayah tersebut memperburuk ketidakseimbangan pasar.
Kondisi ini menciptakan tekanan jual yang signifikan pada komoditas biji kakao di pasar internasional. Akibatnya, harga referensi dan patokan ekspor mengalami koreksi tajam.
Dampak Terhadap Bea Keluar dan Pungutan Ekspor
Penetapan bea keluar (BK) biji kakao untuk periode 1-31 Maret 2026 merujuk pada regulasi yang berlaku. Bea keluar ditetapkan sebesar 7,5 persen.
Aturan ini sesuai dengan Kolom 4 Lampiran Huruf B Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2024 jo. PMK No. 68 Tahun 2025. Hal ini menunjukkan konsistensi dalam penerapan kebijakan fiskal.
Selain itu, pungutan ekspor (PE) biji kakao untuk periode yang sama juga ditetapkan sebesar 7,5 persen. Ketentuan ini mengacu pada Lampiran Huruf C PMK Nomor 69 Tahun 2025.
Perkembangan Harga Komoditas Ekspor Lainnya
Tidak semua komoditas ekspor mengalami penurunan harga pada periode Maret 2026. Harga patokan ekspor untuk produk kulit tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya.
Komoditas getah pinus justru menunjukkan kenaikan harga yang positif. HPE getah pinus ditetapkan sebesar 903 dolar AS per metrik ton.
Nilai ini meningkat sebesar 42 dolar AS atau 4,88 persen dari periode Februari 2026. Beberapa komoditas kayu juga menunjukkan dinamika yang beragam.
- HPE pada kayu keping atau pecahan (wood in chips or particle), keping kayu (chipwood), dan kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm² dari sortimen lainnya jenis sungkai tidak berubah.
- HPE kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000-10.000 mm² juga tidak berubah.
- Terjadi kenaikan HPE pada kayu veneer dari hutan alam dan hutan tanaman.
- Kenaikan juga terjadi pada kayu lapis untuk kotak kemasan (wooden sheet for packing box).
- HPE kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm2 dari jenis meranti, rimba campuran, sortimen lainnya jenis eboni, hutan tanaman jenis pinus, gmelina, akasia, sengon, karet, balsa, eukaliptus, serta sungkai juga naik.
- Namun, HPE kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000-10.000 mm² dari jenis jati dilaporkan turun.
Sumber: AntaraNews