Harga Minyakita Turun, Tapi Masih Mahal di 9 Provinsi Ini
Kondisi ini bukan karena kekurangan pasokan, melainkan ketimpangan distribusi.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat penurunan harga Minyak Goreng Rakyat (Minyakita)sebesar 0,6 persen atau sekitar Rp300 per liter dibandingkan pekan sebelumnya. Saat ini, harga rata-rata nasional Minyakita berada di angka Rp16.706 per liter, masih 6,37 persen di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
"Jika dibandingkan minggu lalu, selisihnya sebesar 7,07 persen di atas HET. Sekarang mulai menurun," ujar Direktur Tertib Niaga Ditjen PKTN Kemendag, Mario Josko, dilansir dari Antara, Senin (23/6).
9 Provinsi Tercatat Melebihi Batas HET 10 Persen
Meski rata-rata nasional menurun, Kemendag mencatat masih terdapat sembilan provinsi dengan harga Minyakita yang melampaui lebih dari 10 persen di atas HET, yaitu:
- Nusa Tenggara Timur (Rp18.133/liter)
- Papua Selatan (Rp18.000)
- Gorontalo (Rp17.708)
- Kalimantan Selatan (Rp17.700)
- Nusa Tenggara Barat (Rp17.667)
- Kalimantan Timur (Rp17.626)
- Bali (Rp17.542)
- Papua Tengah (Rp17.500)
- Papua Barat Daya (Rp17.500)
Menurut Mario, kondisi ini bukan karena kekurangan pasokan, melainkan ketimpangan distribusi, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.
“Beberapa kabupaten/kota tidak memiliki distributor maupun pengecer. Harapannya BUMN bisa melengkapi bila swasta tidak hadir,” tegasnya.
Penyaluran Bersama Bulog
Kemendag menyatakan telah berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk memperkuat penyaluran Minyakita ke wilayah-wilayah yang mengalami lonjakan harga. Langkah ini akan difokuskan melalui pemetaan distribusi dan kebutuhan pasar lokal.
“Kita mapping pasar-pasarnya, identifikasi pasar yang tidak memiliki distribusi, dan kita coba suplai secara langsung,” kata Mario.
Hingga bulan Juni 2025, realisasi penyaluran domestic market obligation (DMO) untuk Minyakita tercatat:
- Mei: 142.353 ton
- Juni (hingga 20 Juni): 98.269 ton
Sementara itu, harga minyak goreng kemasan premium tercatat naik 0,42 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi Rp22.367 per liter.