Fleksibilitas WFA Arus Balik Lebaran Beri Keleluasaan dan Urai Kepadatan
Kebijakan Work From Anywhere (WFA) terbukti memberikan fleksibilitas waktu bagi pemilir untuk kembali beraktivitas setelah libur panjang, sekaligus efektif mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2026.
Kebijakan kerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) pada masa arus balik Lebaran 2026 memberikan keleluasaan waktu bagi para pemilir. Fleksibilitas ini memungkinkan mereka untuk kembali beraktivitas setelah libur panjang tanpa terburu-buru, sekaligus membantu memperlancar perjalanan pulang ke kota asal.
Sejumlah pemilir yang ditemui di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, pada Rabu (25/3) mengungkapkan dampak positif kebijakan WFA. Mereka merasa tidak perlu tergesa-gesa kembali, sehingga dapat mengatur waktu perjalanan dengan lebih nyaman dan tenang.
Fleksibilitas ini tidak hanya dirasakan oleh pekerja yang menerapkan WFA, tetapi juga oleh mereka yang mengambil cuti tahunan. Adanya pilihan waktu kembali yang beragam dari masyarakat secara keseluruhan turut berkontribusi dalam mengurai potensi kepadatan lalu lintas.
WFA Efektif Urai Kepadatan Arus Balik
Imam, seorang pemilir dari Brebes, mengatakan bahwa kebijakan WFA berdampak langsung pada kelancaran perjalanannya. Waktu tempuh menjadi lebih singkat dan ia bisa beristirahat cukup setelah mudik, sebuah keuntungan yang signifikan.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Ferry, seorang pekerja swasta yang melakukan perjalanan dari Palembang menuju Terminal Pulo Gebang. Ia menyebut perjalanannya tidak memakan waktu hingga satu hari penuh, berkat kebijakan WFA yang memungkinkan distribusi kepulangan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa kebijakan kerja fleksibel WFA sangat efektif menekan kepadatan arus balik mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini mampu menurunkan proyeksi jumlah kendaraan yang kembali pada puncak arus balik.
"Kalau kita melihat arus balik, itu kan semula kita memprediksi 285 ribu menjadi 250 ribu, kemudian di arus penyeberangan juga ada penurunan, jadi saya melihat ada efektivitas," kata Dudy usai melakukan tinjauan di Jasamarga Tollroad Command Center, Bekasi, Rabu (25/3).
Sinergi Kebijakan Pemerintah Atasi Kemacetan
Kementerian Perhubungan mencatat adanya peningkatan pergerakan angkutan umum selama periode Lebaran dari H-8 hingga H+3 sebesar 4,07 persen. Jumlah keberangkatan penumpang juga naik 11,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan pergeseran moda transportasi.
Pemerintah juga mencatat puncak arus balik yang terjadi pada Selasa (24/3) mencapai 256.338 kendaraan dalam satu hari. Angka ini lebih tinggi dari periode Lebaran tahun lalu yang sebesar 223.163 kendaraan, namun tetap terkendali berkat kebijakan yang diterapkan.
Selain WFA, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga menilai kebijakan diskon tarif tol berpotensi memberikan dampak positif. Diskon ini dapat mendistribusikan arus kendaraan sehingga tidak terpusat pada waktu tertentu, mengurangi penumpukan lalu lintas.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan WFA dan diskon tarif tol guna menghindari kepadatan. Puncak arus balik selanjutnya diperkirakan akan terjadi pada tanggal 28 hingga 29 Maret.
"Kami mengharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere maupun diskon tarif tol yang diberlakukan pada tanggal 26 dan 27 sebesar 30 persen," ujar Dudy, mendorong pemilir untuk merencanakan perjalanan mereka dengan bijak.
Sumber: AntaraNews