Fakta Unik: Borobudur Sunrise Kini Bisa Dinikmati Setiap Hari, Begini Cara dan Harganya!
Pengalaman ikonik Borobudur Sunrise kini tersedia setiap hari bagi wisatawan reguler dan pelajar. InJourney Destination Management membuka akses naik candi, simak detailnya!
InJourney Destination Management, melalui anak usahanya PT Taman Wisata Borobudur (PT TWB), secara resmi telah membuka akses kunjungan Borobudur Sunrise dan kesempatan naik struktur Candi Borobudur setiap hari. Kebijakan ini berlaku bagi wisatawan reguler maupun pelajar, menandai langkah penting dalam pengalaman wisata warisan budaya di Indonesia.
Pembukaan akses harian ini dimulai pada Sabtu, 18 Oktober, di Magelang, Jawa Tengah. Langkah strategis ini merupakan respons terhadap tingginya antusiasme wisatawan global yang ingin merasakan pengalaman unik menyaksikan matahari terbit dari salah satu situs warisan dunia UNESCO tersebut.
Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat pengalaman wisata berbasis warisan budaya yang berkelanjutan dan inklusif. Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan perekonomian di kawasan melalui aktivasi pariwisata yang berkualitas.
Pembukaan Akses Harian dan Tujuan Utama
Reaktivasi Borobudur Sunrise serta kunjungan naik candi setiap hari ini dilakukan melalui koordinasi erat dengan berbagai pihak terkait. Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan RI, Pemerintah Kabupaten Magelang, ASITA, serta segenap pelaku wisata lainnya turut dilibatkan dalam proses ini. Pendekatan kolaboratif ini memastikan bahwa setiap langkah pengelolaan dilakukan dalam bingkai regulasi, kaidah pelestarian, dan etika pariwisata berkelanjutan.
Program yang masih dalam tahap uji coba ini akan terus dievaluasi secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak. Borobudur Sunrise diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman berkunjung yang penuh makna di warisan budaya dunia Candi Borobudur.
Febrina Intan menyatakan, “Kami ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk merasakan pengalaman yang lebih bermakna melalui program Borobudur Sunrise serta kunjungan naik struktur candi. Selain menjadi daya tarik utama, hal ini juga memperkuat misi pelestarian melalui pendekatan yang lebih akrab dan substantif serta diharapkan bisa memberikan multiplier effect bagi pelaku UMKM dan pegiat wisata di kawasan.”
Pengalaman Borobudur Sunrise yang Ditawarkan
Borobudur Sunrise menawarkan pengalaman khas menyaksikan matahari terbit dari puncak Candi Borobudur. Pemandangan menunggu matahari terbit dengan rona merah jingga yang memerah di ufuk timur, ditemani siluet Gunung Merapi dan Merbabu, menjadi pengalaman kontemplatif yang mengagumkan bagi setiap pengunjung.
Sebelum pandemi, Borobudur Sunrise telah menjadi salah satu daya tarik wisata ikonik yang sangat diminati, terutama oleh wisatawan mancanegara. Aktivitas menikmati momen menunggu matahari terbit ini sempat terhenti sejak tahun 2020.
“Aktivitas menikmati momen menunggu matahari terbit yang terhenti sejak tahun 2020 ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam menghadirkan kembali salah satu ikon wisata unggulan yang dinanti wisatawan dengan pendekatan yang lebih terkurasi, terbatas dan istimewa, berbasis pada prinsip pelestarian warisan budaya yang tetap terjaga,” tambah Febrina.
Mekanisme Kunjungan dan Reservasi
Alur kedatangan pengunjung Borobudur Sunrise dimulai melalui Kantor Unit Borobudur dengan memasuki akses Pintu 7 Taman Wisata Candi Borobudur pada pukul 04.00 WIB. Pengunjung akan menerima sejumlah perlengkapan khusus, antara lain senter, upanat (sandal khusus), pemandu wisata, souvenir, dan voucher sarapan.
Pada pukul 05.00 WIB, wisatawan dapat menikmati panorama sunrise dari lantai 9 Candi Borobudur. Setelahnya, pengunjung diajak untuk menikmati sarapan pagi di Bukit Dagi, menyajikan hidangan otentik lokal nan nikmat sambil menikmati pemandangan Candi Borobudur dan jajaran bukit Menoreh di kejauhan.
Reservasi tiket Borobudur Sunrise dapat dilakukan melalui WhatsApp di nomor +62 857 2758 7800 atau melalui link resmi ticket.injourneydestination.id. Harga tiket ditetapkan sebesar satu juta rupiah bagi wisatawan mancanegara maupun domestik, dengan kuota maksimal 100 orang per hari.
Pengunjung tetap diwajibkan menggunakan upanat untuk mengurangi gesekan langsung pada struktur batu candi. Pengelola juga mengatur sirkulasi agar tidak menimbulkan tekanan berlebih pada bagian-bagian yang rentan, memastikan keberlanjutan dan kelestarian struktur candi.
Dampak dan Harapan Ekonomi Lokal
Program Borobudur Sunrise ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal berbasis budaya. Melalui konektivitas layanan berbasis lokal yang didukung ekosistem UMKM di sekitar, wisata sunrise ini berpotensi menjadi motor penggerak ekosistem ekonomi kreatif di kawasan Borobudur.
“Kami mencoba membangkitkan Borobudur sebagai salah satu destinasi pariwisata yang brandingnya kuat. Kami membuka akses bagi pelajar itu tidak hanya hari Senin, tapi setiap hari. Ini kami harap bisa mendorong peningkatan wisatawan dari kalangan pelajar, supaya bisa seperti dulu lagi. Karena pelajar ini adalah pangsa pasar besar yang berpotensi bagi pelaku UMKM di Kampung Seni Borobudur,” jelas Febrina.
Reaktivasi akses sunrise ke Candi Borobudur merupakan bentuk konkret menyatukan pelestarian dengan pengembangan pariwisata yang komprehensif. Pengelola akan terus mengukur dampak fisik, persepsi pengunjung, dan feedback publik sebelum menetapkan jadwal reguler, semua berbasis data dan konservasi.
Sumber: AntaraNews