Fakta Unik: 64 Pelaku UMKM Jambi Dibekali DJPb Wawasan Kesetaraan Gender, Dorong Ekonomi Inklusif
Kanwil DJPb Jambi membekali 64 pelaku UMKM dengan wawasan kesetaraan gender dan kewirausahaan digital. Temukan bagaimana inisiatif DJPb Jambi bekali UMKM kesetaraan gender ini mendorong ekonomi inklusif.
Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jambi baru-baru ini menggelar inisiatif penting untuk memajukan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya. Sebanyak 64 pelaku UMKM dibekali wawasan mendalam mengenai kesetaraan gender dalam pengelolaan usaha. Kegiatan ini bertujuan agar perempuan dapat berkontribusi secara setara dalam pembangunan ekonomi yang lebih inklusif di Jambi.
Pembekalan yang dilaksanakan di Kota Jambi pada Kamis, 11 September, ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan UMKM yang lebih luas. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jambi, Tunas Agung Jiwa Brata, menjelaskan bahwa program ini juga fokus pada penguatan keterampilan digital. Tujuannya adalah untuk mendorong para pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan bersaing di era modern.
Sosialisasi bertema "Responsive Gender dan Kewirausahaan Digital" ini menekankan bahwa pemberdayaan UMKM tidak hanya sebatas aspek ekonomi. Namun, juga mencakup dimensi sosial, termasuk kesadaran akan peran gender dalam dunia usaha. Melalui pendekatan holistik ini, diharapkan UMKM dapat beradaptasi dengan perubahan pasar dan meningkatkan daya saing mereka secara signifikan.
Membangun Fondasi Ekonomi Inklusif Melalui Kesetaraan Gender
Tunas Agung Jiwa Brata menegaskan bahwa sektor usaha saat ini tidak lagi didominasi oleh laki-laki semata. Peran aktif perempuan kini semakin krusial dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional. Oleh karena itu, Kanwil DJPb Jambi melihat pentingnya pemahaman akan kesetaraan gender sebagai pilar utama dalam pengembangan UMKM.
Peserta pembekalan memperoleh informasi komprehensif mengenai konsep responsive gender. Mereka juga diajak mengidentifikasi hambatan umum yang sering dihadapi perempuan dalam berwirausaha. Materi ini dirancang untuk membuka wawasan dan mendorong terciptanya lingkungan usaha yang lebih adil dan setara bagi semua pihak.
Strategi untuk menciptakan kesetaraan ini menjadi fokus utama dalam sesi tersebut. Dengan pemahaman yang kuat tentang peran gender, pelaku UMKM diharapkan dapat mengimplementasikan praktik bisnis yang inklusif. Hal ini pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata di seluruh lapisan masyarakat.
Mengoptimalkan Potensi UMKM dengan Kewirausahaan Digital
Selain wawasan kesetaraan gender, para pelaku UMKM juga dibekali pemahaman mendalam terkait pemanfaatan teknologi digital. Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari strategi pemasaran melalui media sosial yang efektif. Ini adalah langkah krusial untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan beragam.
Peserta juga diajarkan cara menganalisis potensi pasar digital secara cermat. Mereka dibimbing untuk mengidentifikasi solusi digital yang relevan guna meningkatkan produktivitas usaha. Pembekalan ini sangat relevan mengingat pesatnya perkembangan teknologi dan pergeseran perilaku konsumen ke ranah daring.
Program ini merupakan bagian dari upaya DJPb Jambi untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Fokus khusus diberikan pada pelaku UMKM perempuan. Dengan kemampuan digital yang mumpuni, diharapkan mereka dapat bersaing dan berkembang lebih pesat di pasar global.
Sektor Usaha Unggulan Perempuan dalam UMKM
Narasumber Jaya Kusuma Edy dalam kesempatan tersebut memaparkan data menarik mengenai tingkat keterlibatan perempuan dalam berbagai sektor usaha. Menurutnya, ada tiga sektor utama yang menunjukkan dominasi partisipasi perempuan. Informasi ini memberikan gambaran jelas mengenai kontribusi nyata perempuan dalam perekonomian.
Tiga sektor tersebut adalah kuliner, gaya busana, dan perdagangan. Sektor kuliner mencakup berbagai jenis usaha makanan dan minuman, dari skala rumahan hingga kafe. Sementara itu, gaya busana meliputi produksi dan penjualan pakaian, aksesoris, serta produk fashion lainnya yang inovatif.
Sektor perdagangan mencakup berbagai aktivitas jual beli barang dan jasa, baik secara daring maupun luring. Tingginya keterlibatan perempuan di ketiga sektor ini menunjukkan potensi besar untuk terus dikembangkan. Pembekalan ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi mereka dalam ekosistem bisnis.
- Tiga sektor usaha dengan tingkat keterlibatan perempuan tertinggi:
- Kuliner
- Gaya Busana
- Perdagangan
Sumber: AntaraNews