IPG Jakarta Tertinggi, Pramono Anung Sebut Kesetaraan Gender Tak Lagi Jadi Masalah Utama
Meski demikian, Pramono mengakui persoalan sosial dan kesetaraan masih tetap ditemukan di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai isu kesetaraan gender di Ibu Kota kini tidak lagi menjadi persoalan dominan. Hal itu, menurut dia, tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jakarta tahun 2025 yang mencapai angka 95,5 atau termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat membuka diskusi interaktif bertajuk “Para Kartini Masa Kini, Perempuan Memilih” dalam rangka peringatan Hari Kartini di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/5/2026).
“Artinya termasuk salah satu provinsi tertinggi bahwa peran perempuan itu di Jakarta tidak lagi menjadi isu,” kata Pramono.
Persoalan Sosial Masih Ada, Tapi Tidak Dominan
Meski demikian, Pramono mengakui persoalan sosial dan kesetaraan masih tetap ditemukan di Jakarta. Namun, menurutnya, skala persoalan tersebut tidak sebesar daerah lain di Indonesia.
“Berbagai persoalan masalah kesehatan, masalah kemiskinan, kesetaraan, praktis sebenarnya di Jakarta isu ini ada, tapi tidak terlalu besar,” ujarnya.
Ia menilai tingginya capaian IPG Jakarta tidak lepas dari besarnya keterlibatan perempuan dalam pemerintahan maupun pembangunan kota. Bahkan, menurutnya, banyak posisi strategis di lingkungan Pemprov DKI kini diisi oleh perempuan.
Perempuan Dominasi Posisi Strategis di Pemprov DKI
Pramono menyebut sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Jakarta saat ini dipimpin perempuan. Mulai dari sektor perencanaan pembangunan, keuangan, kesehatan, hingga sumber daya air.
“Saya yakin dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain, OPD di Jakarta ini perempuannya lebih banyak daripada tempat lain. Kepala Bappeda, Bapenda, asisten keuangan, kepala dinas sumber daya air, dinas kesehatan, dinas PPHT, dan banyak banget,” kata Pramono.
Menurut dia, kontribusi perempuan juga memiliki dampak besar terhadap capaian ekonomi Jakarta. Ia mencontohkan pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan pertama 2026 yang mencapai 5,59 persen dengan tingkat inflasi tetap terkendali di angka 2,32 persen.
“Saya ingin memberikan contoh yang konkret. Jakarta triwulan ini tumbuh 5,59 persen dengan inflasi 2,32 persen. Nggak mungkin itu terjadi tanpa peran perempuan-perempuan yang ada di OPD DKI Jakarta,” ujarnya.
Perempuan Jadi Ujung Tombak Pengentasan RW Kumuh
Selain di sektor pemerintahan dan ekonomi, Pramono juga menyoroti besarnya kontribusi perempuan dalam menekan jumlah RW kumuh di Jakarta. Ia mengungkapkan, jumlah RW kumuh berhasil turun drastis dari 445 wilayah pada 2017 menjadi 211 RW pada 2026.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari kerja para perempuan di tingkat akar rumput, seperti kader PKK, Jumantik, hingga Dasawisma yang selama ini aktif di lingkungan masyarakat.
“Siapa yang berperan untuk itu? Saya harus ngomong apa adanya, Jumantik, PKK, Dasawisma. Dan ini ujung tombaknya ini perempuan semua. Maka bagi para lelaki Jakarta jangan main-main sama perempuan,” tandasnya.