Pemprov Jateng Kuatkan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui Program UP2K
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus menggalakkan pemberdayaan ekonomi perempuan lewat Program Penguatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) di Pekalongan, bertujuan meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan keluarga.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) secara konsisten memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi perempuan melalui Program Penguatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Inisiatif ini mencakup berbagai bentuk pelatihan dan pendampingan, mulai dari keterampilan boga, pengolahan sandang, hingga pengelolaan peca, serta pembentukan kelompok usaha baru di berbagai daerah.
Langkah strategis ini diresmikan di Pekalongan pada Kamis, 21 November, dengan peluncuran kelompok usaha Kapulaga yang akan mendapatkan dukungan penuh dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Dinas Sosial. Program UP2K bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi perempuan, memberikan mereka keterampilan yang relevan, dan membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jateng, Nawal Nur Arafah Taj Yasin, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendorong kemandirian ekonomi. Melalui program ini, diharapkan perempuan di Jawa Tengah dapat berkontribusi lebih besar terhadap pendapatan keluarga dan perekonomian daerah.
Mendorong Inovasi dan Pemasaran Digital UMKM
Produk-produk hasil binaan PKK di berbagai wilayah Jawa Tengah telah menunjukkan perkembangan signifikan, tidak hanya terbatas pada sektor kuliner tetapi juga merambah ke kerajinan tangan yang berhasil menembus pasar luar daerah. Keberagaman produk ini mencerminkan potensi besar yang dimiliki oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan di provinsi tersebut.
Untuk mendukung ekspansi pasar, TP PKK Jateng kini memfokuskan pada percepatan adaptasi teknologi bagi para pelaku UMKM. Pemasaran digital menjadi salah satu strategi utama yang didorong untuk memperluas jangkauan produk dan meningkatkan daya saing.
Nawal Nur Arafah Taj Yasin menekankan pentingnya transisi dari metode konvensional ke digital. "Kami dorong pemasaran lewat pemasaran digital. Pelatihannya kita lakukan bekerja sama dengan Baznas. Jadi, (pemasaran) jangan hanya mengandalkan cara konvensional," ujarnya, menyoroti kolaborasi dengan Baznas untuk pelatihan pemasaran digital.
Inisiatif ini bertujuan agar UMKM dapat memanfaatkan platform daring secara optimal, menjangkau konsumen yang lebih luas, dan beradaptasi dengan tren pasar modern yang semakin mengandalkan teknologi.
Potensi Besar UMKM dan Dukungan Pemerintah Daerah
Sektor UMKM di Jawa Tengah memiliki potensi yang sangat besar, termasuk dalam bidang kriya. Kabupaten Pekalongan, misalnya, telah membuktikan keunggulannya dengan meraih juara 1 nasional Dekranasda Award berkat inovasi desain batik berbasis kecerdasan buatan (AI).
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa perajin lokal mampu beradaptasi dengan teknologi dan menghasilkan produk yang kompetitif. Banyak pesanan batik dari berbagai daerah lain yang tetap mempercayai perajin Pekalongan, meskipun motifnya disesuaikan dengan kekhasan daerah pemesan. Hal ini mengindikasikan kualitas dan kepercayaan yang tinggi terhadap produk batik dari Pekalongan.
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, juga menyatakan komitmennya untuk membesarkan UMKM lokal. "Kami harus memberikan dukungan kepada UMKM supaya bisa besar dan dikenal di mana-mana. Kami akan menyediakan berbagai fasilitas mulai dari pameran gratis, bantuan permodalan, hingga pelatihan pengemasan produk agar tampak lebih menarik," kata Fadia Arafiq, menjanjikan dukungan komprehensif bagi para pelaku UMKM di wilayahnya.
Dukungan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM, khususnya yang dikelola oleh perempuan, sehingga mereka dapat terus berinovasi dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Sumber: AntaraNews