Fahri Hamzah Usul 'Bulog Papan' Yakin Biaya Rumah Subsidi Turun 50 Persen
Fahri mencontohkan negara seperti Singapura dan Turki yang telah berhasil mengelola sektor perumahan rakyat.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah, mengusulkan pembentukan lembaga khusus untuk menyalurkan rumah subsidi melalui skema Public Service Obligation (PSO) tanpa orientasi keuntungan.
Usulan ini disampaikan sebagai upaya menekan harga rumah subsidi agar lebih terjangkau bagi masyarakat.
Menurut Fahri, Indonesia memerlukan lembaga seperti Perum Bulog, namun difokuskan pada sektor perumahan. Ia menyebut lembaga ini sebagai “Bulog Papan”, yang bertugas menjadi off-taker dalam distribusi rumah subsidi.
Wamen Fahri mencontohkan negara seperti Singapura dan Turki yang telah berhasil mengelola sektor perumahan rakyat melalui peran aktif negara. Meski saat ini sudah ada Perum Perumnas yang memiliki tugas serupa, Fahri menilai kinerjanya belum optimal.
“Tapi gara-gara Perumnas mungkin cari untung terlalu banyak gitu ya, lama-lama dia tinggalkan perumahan rakyat,” ujarnya.
Bisa memangkas Harga Rumah Subsidi
Fahri menegaskan, keberadaan lembaga non-profit seperti yang diusulkan dapat memangkas harga rumah subsidi secara signifikan. Terlebih, pemerintah saat ini sudah berkontribusi melalui penyediaan lahan dalam program 3 juta rumah.
“Kalau sudah tinggal biaya konstruksi berarti tinggal 50 persen harganya, kalau sudah 50 persen kan enggak perlu subsidi lagi. Tapi bisa juga dikasih subsidi kalau pemerintahnya mau,” ujarnya.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kesuksesan Singapura atas berbagai kebijakannya dalam mengelola negara. Untuk itu, Pemerintah RI bakal mengadaptasikan beberapa kebijakan Singapura, semisal dalam membangun rumah dan mengelola dana kekayaan negara (Sovereign Wealth Fund/SWF).
Prabowo Bakal Tiru Pemerintah Singapura
Pertama, Prabowo bakal menyontek inisiasi Pemerintah Si gapura memberikan rumah murah kepada warganya. Dia mengatakan, inisiatif ini juga merupakan kelanjutan dari apa yang telah diterapkan oleh Presiden RI sebelumnya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi).
"Saya pikir Singapura telah menginisiasi sangat banyak kebijakan. Pertama, perumahan untuk seluruh penduduk Singapura, di mana kita ingin meneruskan inisiatif dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo. Kita akan kebut," ujarnya.
Pada tahap awal, Prabowo bakal membangun 1 juta rumah subsidi murah dalam bentuk vertikal (rusun) dan tapak di tahun ini. "Saya dengan bangga mengatakan, kita akan membangun 1 juta apartemen/perumahan tahun ini," serunya.