Empat Produk Makanan Diboikot Masyarakat Dunia karena Terang-terangan Dukung Israel
Israel dianggap banyak melakukan pelanggaran hukum perang karena membunuh anak-anak, wanita.
Ramai masyarakat melakukan aksi boikot terhadap produk buatan Israel serta beberapa produk yang terang-terangan mendukung Israel.
Empat Produk Makanan Diboikot Masyarakat Dunia karena Terang-terangan Dukung Israel
Empat Produk Makanan Diboikot Masyarakat Dunia karena Terang-terangan Dukung Israel
Konflik kemanusiaan antara Palestina dan Israel yang belum kunjung mereda menjadi perhatian masyarakat dunia. Bahkan, perhatian masyarakat beralih ke produk Israel atau produk yang mendukung aksi Israel tersebut.
Israel dianggap banyak melakukan pelanggaran hukum perang karena membunuh anak-anak, wanita, tenaga medis, jurnalis hingga lansia. Selain itu, rumah sakit dan sekolah pun turut jadi sasaran perang dan sempat memutus jaringan listrik serta internet di Gaza.
Melihat fakta ini, ramai masyarakat melakukan aksi boikot terhadap produk buatan Israel, serta beberapa produk yang terang-terangan mendukung Israel.
Masyarakat mengaku enggan membeli produk tersebut karena tak ingin mendukung perusahan makanan ini untuk terus memberikan bantuan kepada Israel yang tak henti melakukan penyerangan kepada Palestina.
Gempuran dari peralatan tempur militer Israel dari Tel Aviv terus mengalami peningkatan ke bumi Palestina.
Israel meningkatkan serangan udara ke Gaza dengan menambahkan jumlah kiriman rudal yang terus menghancurkan rumah-rumah penduduk Palestina.
Jet tempur F-16, F-35, drone Hermes 950, helikopter tempur Apache hingga tank Howitzer self-propelled M109 155 mm terus meluncurkan serangannya ke wilayah Gaza, Palestina.
Dari data per hari Minggu (29/10/2023), jumlah korban yang tewas akibat serangan Israel ke Gaza Palestina sudah mencapai 8.005 orang.
Sementara lebih dari 20.200 orang lainnya di Gaza luka-luka.
Dilaporkan jumlah korban tewas terbesar di Gaza merupakan anak-anak dan perempuan.
Sementara jumlah korban tewas di Tepi Barat Palestina juga bertambah menjadi 116 orang dengan 2.000 orang lainnya terluka.
Sedangkan dari pihak Israel, jumlah korban tewas 1.400 orang dan sekitar 5.431 orang lainnya mengalami luka-luka.
Selain itu, Hamas juga dilaporkan masih menahan 200 orang tawanan Israel sejak serangan ke Israel pada 7 Oktober lalu.
Meski sudah didesak PBB dan dunia Internasional untuk segera melakukan gencatan senjata, Israel masih tetap melancarkan serangannya ke Gaza.
Namun pihak Israel justru menanggapi desakan gencatan senjata dari PBB sebagai bentuk 'penghinaan'.
Militer Israel malah melayangkan perintah darurat kepada warga Palestin agar a segera angkat kaki ke selatan Gaza yang akan menjadi target utama gempuran selanjutnya.
Sementara itu, beredar kabar di media sosial, Kementerian Pendidikan di Gaza terpaksa akan menutup sekolah-sekolah dan mengakhiri tahun ajaran lantaran sebagian besar murid di Gaza telah tewas akibat serangan membabi buta Israel.
Meski begitu, sampai saat ini belum ada media internasional dan organisasi untuk memverifikasi laporan itu. © 2023 maverick
Dikutip dari The Witness, berikut daftar produk makanan yang turut diboikot oleh masyarakat internasional:
1. McDonald'sSejak McD Israel terang-terangan memberikan bantuan berupa makanan gratis dan promosi makanan untuk prajurit militer Israel, seluruh cabang McD di seluruh dunia menjadi jajaran produk yang ramai diboikot oleh masyarakat internasional.
"Sejak pecahnya perang, McDonald's Israel telah menyumbangkan lebih dari seratus ribu makanan kepada pasukan keamanan, penduduk sekitar dan rumah sakit, ketika 5 dari jaringan restoran tersebut dibuka hanya untuk tujuan ini. Selain itu, McDonald's Israel memberikan diskon 50 persen kepada seluruh pasukan keamanan dan penyelamatan yang tiba secara mandiri di cabang," tulis @McDonaldsIL di X (sebelumnya twitter).
Hal ini membuat masyarakat internasional naik darah, sebab perusahaan McDonald's pusat tak kunjung melarang McD Israel untuk berhenti memberikan bantuan militernya setelah mendapatkan kecaman internasional.
Akibatnya, masyarakat enggan membeli produk dari gerai makanan tersebut karena dianggap mendukung Israel untuk terus melakukan tindakan genosida terhadap Palestina.
2. StarbucksStarbucks menggugat serikat pekerjanya, Starbucks Workers United atas tuduhan pelanggaran merek dagang.
Masalah hukum ini puncaknya terjadi ketika serikat pekerja mewakili karyawannya mengunggah ulang pesan media sosial di X (sebelumnya Twitter) yang menyerukan dukungan terhadap Palestina.
Namun Starbucks menggugat pekerja tersebut dan sontak membuat masyarakat geram dan memboikot seluruh cabang starbuck di seluruh dunia. Sejak seruan ini dilayangkan, beberapa cabang Starbuck khususnya cabang Qatar terlihat sepi pelanggan.
3. Pepsi
Setelah mengakuisisi Soda Stream di tahun 2018, Pepsi secara otomatis memiliki kendali penuh terhadap SodaStream yang memiliki sejarah panjang atas penganiayaan dan diskriminasi terhadap pekerja Palestina. Soda Stream terlibat aktif dalam kebijakan Israel yang menggusur warga asli Badui-Palestina Israel di Naqab (Negev).
4. Burger KingSama halnya dengan McD, Burger King Israel juga secara terang-terangan membagikan makanan gratis kepada tentara militer Israel, Selasa (10/10).
"Kami keluar untuk memperkuat bangsa. Tim kami bekerja dengan tekun untuk terus menyumbang ribuan makanan kepada pahlawan kami. Burger King mengirimkan belasungkawa kepada keluarga korban," tulis @burgerkingisrael di Instagram.