Emiten Positif Jadi Penyangga, IHSG Diprediksi Mampu Bertahan di Atas 9.000
Kenaikan tersebut turut mendorong kapitalisasi pasar saham Indonesia mencapai Rp16.429 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan rekor tertinggi baru pada perdagangan saham Rabu (14/1). Berdasarkan data RTI, IHSG ditutup melonjak 0,94% ke level 9.032,58.
Kenaikan tersebut turut mendorong kapitalisasi pasar saham Indonesia mencapai Rp16.429 triliun. Sementara itu, indeks LQ45 juga menguat 0,37% ke posisi 882,08, menandakan kinerja solid saham-saham berkapitalisasi besar.
Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada menilai penguatan IHSG berlangsung variatif. Indeks sempat naik di awal perdagangan, lalu melemah pada pertengahan sesi kedua, sebelum akhirnya kembali menguat hingga penutupan.
"Penguatan IHSG Rabu (14/1) cenderung variatif dimana mengalami kenaikan di awal perdagangan namun, sempat melemah di pertengahan sesi 2 sebelum akhirnya kembali terangkat hingga di tutup di atas level 9.000," kata Reza kepada Liputan6.com, Kamis (15/1).
Menurut Reza, rilis berita positif dari sejumlah emiten berperan penting dalam menjaga IHSG tetap berada di zona hijau. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih merespons baik katalis dari dalam negeri, meski sentimen global cenderung beragam dan sebagian bernada negatif.
Dia menambahkan, dinamika eksternal masih dibayangi berbagai faktor, mulai dari kebijakan global hingga isu geopolitik. Namun demikian, sentimen domestik yang solid dinilai mampu menahan tekanan tersebut sehingga IHSG tidak terperosok lebih dalam.
"Berita-berita positif dari sejumlah emiten tampaknya masih menjaga posisi IHSG bertahan di zona hijau meski dari global masih variatif cenderung negatif dengan sentimen dari ulah presiden trump namun, terimbangi dengan sentimen surplusnya neraca perdagangan China," jelas Reza.
Rupiah Menguat dan Waspada Potensi Profit Taking
Selain faktor emiten, penguatan nilai tukar rupiah juga menjadi katalis tambahan bagi pasar saham. Reza menjelaskan, rupiah yang kembali menguat dengan memanfaatkan kenaikan yen terhadap dolar AS direspons positif oleh pelaku pasar dan berimbas pada kenaikan IHSG.
"Pergerakan Rupiah yang mampu kembali menguat dengan memanfaatkan kenaikan Yen terhadap USD tampaknya juga direspons positif pelaku pasar sehingga berimbas pada kenaikan IHSG," ujar dia.
Ke depan, Reza mengingatkan pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada aliran sentimen yang berkembang. Setelah menyentuh level tertinggi baru, potensi koreksi dinilai wajar terjadi dan bisa dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan profit taking, terutama jika muncul kabar negatif yang cukup signifikan.
Kinerja Perdagangan Saham
Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.049,29 dan level terendah 8.979,60. Sebanyak 440 saham menguat sehingga angkat IHSG. 250 saham melemah dan 128 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 3.430.903 kali dengan volume perdagangan 64,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 29,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.852. Kapitalisasi pasar BEI tercatat Rp 16.429 triliun.
Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham consumer mencatat kenaikan 3,21%, dan catat lonjakan terbesar. Sektor saham infrastruktur meroket 2,21%, sektor saham industri bertambah 1,97%.
Lalu sektor saham energi mendaki 1,73%, sektor saham basic melesat 1,26%, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,1%. Selain itu, sektor saham kesehatan bertambah 1,24%, sektor saham keuangan melesat 0,63%, sektor saham properti melompat 1,58%. Lalu sektor saham teknologi menguat 0,50% dan sektor saham transportasi bertambah 1,62%.