Ihsg
Berita Utama
Berita Terbaru
-
-
bencana alam Kementerian PU Percepat Penanganan Pascagempa Sigi dengan Saluran Air dan Perbaikan Infrastruktur
-
anggaran multiyears FPTI Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Dukung Pelatnas Jangka Panjang untuk Pembinaan Atlet
-
berita nasional Indonesia Tegaskan Komitmen pada Integritas Informasi dan Perlindungan Jurnalis di Forum UNESCO
-
Berita Populer
-
Titik Unjuk Rasa di Jakarta Hari Ini, Ribuan Personel Gabungan Diturunkan untuk Mengamankan
-
Enam Mahasiswa hingga Driver Ojek Online Ditangkap Polisi, Diduga Hendak Bikin Rusuh Demo di DPRD Jabar
-
Gubernur Luthfi Persilakan Demo, Asal Tertib dan Tidak Ganggu Kepentingan Umum
-
Aksi HMI di Simpang Cikapayang Bandung Sempat Tutup Akses Menuju Jalan Dago
-
Giliran Mahasiswa ITB Kritik Prabowo-Gibran, Ajukan 4 Poin Tuntutan
Berita Utama Lainnya
Bursa Efek Indonesia (BEI) memperketat regulasi transparansi dengan mewajibkan pengungkapan pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO).
Tingginya volatilitas tidak lepas dari tekanan eksternal, terutama eskalasi konflik geopolitik serta dinamika kondisi ekonomi global dan domestik.
Meskipun pasar saham mengalami koreksi dan volatilitas meningkat, investor masih melihat reksadana sebagai instrumen yang relatif stabil dan terdiversifikasi.
Kondisi ini terjadi di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi cukup dalam.
Seluruh sektor saham mengalami penurunan, yang berdampak pada laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan saham pada hari Jumat, 27 Maret 2026.
Menurutnya, kuartal II menjadi momentum yang lebih ideal bagi perusahaan untuk melantai di bursa dibandingkan kuartal sebelumnya.
IHSG diproyeksi lanjut menguat dan menguji level 7.400. Pergerakan dipengaruhi sentimen global, arus dana asing, dan nilai tukar rupiah.
Di tengah penguatan IHSG, nilai tukar rupiah masih berada di kisaran Rp16.900 per dolar AS menunjukkan bahwa tekanan eksternal masih belum sepenuhnya hilang.
IHSG berpotensi terkoreksi dan volatil usai libur Lebaran akibat sentimen global. Analis menyebut risiko gap down dan tekanan dari arus dana asing.
Penyesuaian strategi dilakukan guna menjaga keseimbangan antara tingkat risiko dan kewajiban jangka panjang yang harus dipenuhi.