Dua Penyebab Utama Pengangguran Masih Tinggi di Indonesia
Berdasarkan data Kemnaker per Februari 2025, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai lebih dari 7 juta.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Cris Kuntadi, mengungkapkan dua faktor utama penyebab masih tingginya angka pengangguran di Indonesia. Hal itu disampaikan saat membuka acara Job Fair 2025 di halaman kantor Kemnaker, Jakarta, Kamis (22/5).
Cris menjelaskan, penyebab pertama adalah adanya ketidaksesuaian keterampilan (skill mismatch) antara pencari kerja dengan kebutuhan dunia kerja. Banyak angkatan kerja tidak terserap karena keterampilan yang dimiliki belum relevan dengan tuntutan industri saat ini.
“Permasalahan yang pertama adalah kesenjangan atau gap mismatch antara keterampilan yang sudah dimiliki para pencari kerja dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Cris.
Faktor kedua adalah terbatasnya akses informasi ketenagakerjaan. Menurutnya, masih banyak pencari kerja yang kehilangan peluang karena minimnya informasi mengenai lowongan dan kebutuhan pasar kerja.
Berdasarkan data Kemnaker per Februari 2025, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai lebih dari 7 juta orang atau setara 4,76 persen dari total penduduk.
Sebagai langkah penanganan, Kemnaker terus berupaya memfasilitasi pencari kerja agar mendapatkan pekerjaan yang sesuai kompetensi. Selain itu, Kemnaker juga membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja sesuai kebutuhan, serta menyebarluaskan informasi seputar tren dan kebutuhan pasar kerja.
“Kami juga ingin memperkenalkan peluang kerja pada jenis pekerjaan baru seperti green job, remote worker, dan lainnya,” jelas Cris.
Dalam *Job Fair 2025*, Kemnaker menyediakan 52.476 lowongan kerja, terdiri dari 17.847 lowongan offline dan 34.629 lowongan online. Kegiatan ini diikuti ratusan perusahaan dari sektor manufaktur dan jasa.
Cris mengajak seluruh pencari kerja untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. “Kami membuka acara ini selama dua hari, 22-23 Mei. Silakan hadir dan manfaatkan seluruh booth serta program kewirausahaan yang tersedia,” tutupnya.