DPR Apresiasi Peran SRC Berdayakan UMKM Toko Kelontong dan Dorong Kesejahteraan Ekonomi Nasional
Anggota DPR RI mengapresiasi peran SRC berdayakan UMKM toko kelontong di Indonesia, menyoroti kontribusi signifikan perempuan dalam ekosistemnya serta dampak positifnya bagi ekonomi nasional.
Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Sampoerna Retail Community (SRC) dalam upaya memperkuat pemberdayaan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) toko kelontong di Indonesia. Apresiasi ini disampaikan di Jakarta pada Kamis (28/5), menyoroti kontribusi signifikan SRC terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Indah Kurnia, inisiatif SRC tidak hanya fokus pada pengembangan bisnis, tetapi juga secara khusus menyoroti besarnya kontribusi perempuan, terutama para ibu, yang tergabung dalam ekosistem SRC. Peran vital kaum ibu ini dianggap krusial dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus menjadi pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi bangsa.
Dukungan dari parlemen ini menggarisbawahi pentingnya program-program seperti SRC yang mampu menciptakan dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat luas. Hal ini juga menegaskan komitmen SRC yang telah berjalan selama 18 tahun untuk terus mendampingi dan memperkuat UMKM di seluruh Indonesia.
Kontribusi Perempuan dan Ketahanan Ekonomi Nasional
Indah Kurnia secara khusus menyoroti peran sentral perempuan dalam ekosistem SRC, yang dinilainya sangat berarti bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menekankan bahwa kesehatan para ibu yang menjadi pemilik toko kelontong SRC harus menjadi perhatian bersama, mengingat kontribusi mereka yang besar.
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Ivan Cahyadi, juga menegaskan komitmen SRC dalam mendampingi dan memperkuat UMKM di Indonesia, sejalan dengan momentum HUT Ke-18 SRC. Ia menyatakan bahwa perjalanan SRC selama ini menunjukkan dampak berkelanjutan yang lahir dari inisiatif konsisten.
Pemberdayaan perempuan melalui SRC tidak hanya meningkatkan kapasitas bisnis mereka, tetapi juga secara langsung berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan keluarga. Ini menciptakan efek domino positif yang memperkuat fondasi ekonomi di tingkat lokal dan nasional secara keseluruhan.
Pertumbuhan dan Dampak Berkelanjutan SRC
Sejak dimulai dengan 57 toko pada tahun 2008, SRC kini telah berkembang pesat menjadi gerakan ritel tradisional terbesar di Indonesia. Saat ini, SRC memiliki lebih dari 250 ribu toko yang didukung oleh lebih dari 6.300 mitra dan terhubung melalui 10 ribu paguyuban di seluruh Indonesia.
Pertumbuhan signifikan ini menunjukkan bahwa SRC mampu beradaptasi dan relevan dengan kebutuhan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi nasional. SRC terus tumbuh bersama pengusaha UMKM, mendorong pengembangan kapasitas agar mereka bisa naik kelas dan lebih berdaya saing.
Pendekatan menyeluruh SRC mencakup penguatan keterampilan bisnis, manajemen usaha, dan pemanfaatan teknologi digital melalui ekosistem AYO by SRC. Inisiatif ini memungkinkan pengusaha UMKM untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen di era digital, memastikan keberlanjutan bisnis mereka.
Program Kesehatan dan Kolaborasi Lintas Sektor
Sebagai bentuk kepedulian terhadap UMKM, SRC juga aktif menggelar program-program yang mendukung kesejahteraan pemilik toko. Salah satunya adalah program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang baru-baru ini diikuti oleh sekitar 500 pemilik toko SRC di wilayah Jabodetabek.
Ivan Cahyadi menekankan bahwa UMKM yang tangguh lahir dari pengusaha yang produktif, adaptif, dan sejahtera. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan manfaat dari program pemerintah, termasuk CKG, dapat dirasakan lebih luas dan merata oleh masyarakat.
Indah Kurnia juga mengapresiasi kegiatan CKG ini sebagai keputusan yang bijak, menekankan pentingnya menjaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas. Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi peserta, tetapi juga mendorong kesadaran akan pentingnya kesehatan bagi pelaku usaha.
Sumber: AntaraNews