Sorot
{{caption}}
Prediksi Portugal vs Kroasia: Pertaruhan Terakhir Cristiano Ronaldo dan Luka Modric

{{caption}}
Rusa TMP Kalibata Kabur, Berkeliaran di Jalanan

{{caption}}
Momen Akrab Prabowo dan Jokowi di HUT Bhayangkara ke-80

{{caption}}
Tak Hanya Penyekapan, Taufik Hidayat Terjerat Kasus Kejahatan Lain

{{caption}}
Separuh Jalan Kuansing Rusak, Bupati Malah Terima Suap Mobil Mewah

{{caption}}
Hoaks Seputar Prabowo Subianto Beredar di Media Sosial, Simak Faktanya

Topik Terkait
{{caption}}
Rupiah Makin Tertekan, Nyaris Rp17.000 Per Dolar Amerika

Ketegangan yang semakin tinggi di kawasan tersebut turut mengguncang pasar keuangan global.

{{caption}}
Donald Trump Menang Pilpres AS, Nilai Tukar Rupiah Anjlok ke Level Rp15.832 per USD

Pontesi menangnya Donald Trump ini berdampak langsung pada nilai tukar atau kurs Rupiah.

{{caption}}
Pakar: Pelemahan Rupiah Picu Kenaikan Harga Bahan Baku Impor dan BBM Nonsubsidi

Pelemahan Rupiah menembus Rp17.500/dolar AS, memicu kenaikan harga bahan baku impor dan BBM nonsubsidi. Kondisi ini diprediksi berlanjut hingga akhir tahun, memicu penyesuaian harga pasar.

{{caption}}
Di Balik Tekanan Rupiah, Ekonom Ungkap Persoalan Lama yang Terpendam

Penurunan nilai rupiah terjadi bukan hanya disebabkan oleh faktor global, tetapi juga oleh masalah fiskal yang ada di dalam negeri.

{{caption}}
Rupiah Terpuruk ke 17.300, Menko Airlangga Sebut Mata Uang Lain juga Bergejolak

Menko Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah secara aktif memantau fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

{{caption}}
Rupiah Melemah, Dolar AS Melonjak Dipicu Sentimen Menkeu Purbaya

Para pengamat memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah akan terus mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari Senin, 1 Desember 2025.

{{caption}}
Pasar Global Menguat, Dolar AS Malah Anjlok Terparah dalam 3 Tahun

Di pasar AS, kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik tipis sebesar 0,1 persen, mencerminkan sentimen investor yang tetap optimistis.

{{caption}}
Kurs Dolar Melemah Dekati Rp17.000 per USD, Dipicu Kekhawatiran Ekskalasi Perang Dagang

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini di Jakarta melemah sebesar 69 poin atau 0,41 persen menjadi Rp16.891 per USD.

{{caption}}
Kurs Rupiah Diprediksi Menguat Tipis Hari Ini, Dipicu Kesepakatan AS-Iran untuk Hentikan Perang

Kondisi ini memungkinkan lalu lintas melalui Selat Hormuz untuk dimulai kembali, sehingga meredakan kekhawatiran pasokan dan harga minyak.

{{caption}}
Kurs Rupiah Ditutup Melemah Hari Ini, Sentuh Level Rp17.843 per USD

Faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah yakni sentimen pasar terguncang setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran tentang potensi aksi militer.

{{caption}}
Rupiah Diproyeksi Bergerak Melemah Pekan Depan, Masih Dibayangi Catatan MSCI

Adapun pada perdagangan Jumat (19/6), rupiah ditutup melemah tipis 7 poin menjadi Rp17.801 per USD dari posisi sebelumnya Rp17.794 per USD.

{{caption}}
IBC Ingatkan Stabilitas Rupiah Perlu Ditopang Kredibilitas Kebijakan Makro

Sebagai small open economy, Indonesia tidak dapat sepenuhnya melepaskan kebijakan moneternya dari dinamika global.

{{caption}}
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.321 Pagi Ini, Rupiah Justru Melemah ke Rp17.738 per USD

Sedangkan, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 5,46 poin atau 0,87 persen ke posisi 630,14.

{{caption}}
Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini ke Level Rp17.728 per USD, Ini Faktor Penopangnya

Proyeksi tersebut muncul setelah tekanan terhadap dolar AS mulai mereda akibat meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap stabilitas geopolitik global.