Data LPS: Jelang Ramadan dan Idulfitri Tren Masyarakat Menabung Meningkat
Kenaikan minat menabung juga didorong oleh pemberian THR.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengumumkan bahwa Indeks Menabung Konsumen (IMK) pada bulan Februari 2025 mencapai angka 80,2, mengalami peningkatan 0,9 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Seto Wardoyo, Direktur Group Riset LPS, menyatakan bahwa pergerakan IMK pada sebagian besar kelompok pendapatan rumah tangga (RT) cenderung menguat pada Februari 2025. Hal ini terlihat dalam acara Buka Puasa Bersama Media di Kantor Pusat LPS, Jakarta, Senin (17/3).
Menurut Seto, meningkatnya minat masyarakat untuk menabung di bank menunjukkan adanya rencana menabung yang meningkat menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 2025. Sebagian besar konsumen mengalokasikan pendapatannya untuk belanja menyambut bulan puasa dan Idulfitri, namun sebagian juga menyiapkan tabungan untuk masa depan.
Dalam paparan LPS, Seto menambahkan bahwa kenaikan minat menabung juga didorong oleh pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Idulfitri 2025. "Perkembangan ini mencerminkan peningkatan rencana menabung masyarakat dan kecenderungan stabilitas dalam kebiasaan menabung," ujar Seto.
Peningkatan IMK yang paling signifikan terlihat pada kelompok rumah tangga dengan pendapatan hingga Rp1,5 juta per bulan, yang mengalami kenaikan 20,0 poin. Diikuti oleh kelompok rumah tangga dengan pendapatan di atas Rp7 juta per bulan yang naik sebesar 11,9 poin.
Sementara itu, kelompok rumah tangga berpendapatan di atas Rp7 juta per bulan tetap menunjukkan IMK yang konsisten di atas level 100. Sebaliknya, kelompok rumah tangga dengan pendapatan antara Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per bulan dan antara Rp3 juta hingga Rp7 juta per bulan mengalami penurunan IMK, masing-masing sebesar 0,4 poin dan 3,0 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
THR ASN Terbayar Sebesar Rp1,93 Triliun per 17 Maret 2025
Sementara itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan bahwa per 17 Maret 2025, total pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan untuk Aparatur Negara di pemerintah pusat telah mencapai Rp1,93 triliun. Dana tersebut telah disalurkan kepada 365.774 pegawai dan personil melalui Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
Deni Surjantoro, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, menyampaikan rincian THR yang telah dibayarkan: Rp872,87 miliar untuk 100.763 Pegawai Negeri Sipil (PNS), Rp29,4 miliar untuk 7.675 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan Rp637,54 miliar untuk 158.340 anggota POLRI.
Pemberian THR ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 2025.