Dana Pemerintah Dorong Sektor Produktif, BRI Fokus Perkuat UMKM dan Daya Beli Masyarakat
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah kepada BRI dalam pengelolaan dana ini.
Setelah menyelesaikan penyaluran dana penempatan pemerintah sebesar Rp55 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memastikan pembiayaan tersebut benar-benar mengalir ke sektor-sektor produktif, termasuk pelaku UMKM dan usaha menengah. Dari total dana tersebut, pembiayaan ke segmen komersial mencapai Rp10,13 triliun, sedangkan segmen konsumer mencapai Rp6,58 triliun. Kedua segmen ini berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai lapisan.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah kepada BRI dalam pengelolaan dana ini.
"Pembiayaan disalurkan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha berskala kecil dan menengah. Dengan begitu, daya beli tetap terjaga dan roda ekonomi terus bergerak," jelasnya.
Sebagai informasi, pada September 2025, pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI menempatkan total dana sebesar Rp200 triliun kepada lima bank milik negara untuk memperkuat likuiditas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dari jumlah tersebut, BRI, Mandiri, dan BNI masing-masing menerima Rp55 triliun, sementara BTN mendapatkan Rp25 triliun dan BSI sebesar Rp10 triliun.
"BRI pun berkomitmen memperluas akses pembiayaan secara berkelanjutan untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional. Dengan demikian, BRI akan terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan UMKM sebagai motor penggerak utamanya," pungkas Hery.