BRI Genjot Pembiayaan UMKM, Dorong Program Pemerintah dari KUR hingga 3 Juta Rumah
Terkait program 3 Juta Rumah, hingga Agustus 2025 BRI telah menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada 103.807 MBR.
BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendorong ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan UMKM dan dukungan terhadap program-program prioritas pemerintah. Melalui Holding Ultra Mikro (UMi) bersama Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM), BRI telah menjangkau 34,7 juta debitur aktif serta melayani simpanan mikro 126 juta rekening.
Selain itu, BRI membina 4.625 Desa BRILian dan mengembangkan 41.217 klaster usaha lewat program KlasterkuHidupku. Lebih dari 12,9 juta pelaku UMKM juga telah memanfaatkan platform digital LinkUMKM untuk memperluas pasar.
Sepanjang Januari–Agustus 2025, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp114,28 triliun kepada 2,5 juta debitur UMKM, termasuk yang menjadi supplier dalam program Makan Bergizi Gratis. Jumlah ini setara dengan 65,31% dari total alokasi KUR BRI tahun 2025 sebesar Rp175 triliun.
Terkait program 3 Juta Rumah, hingga Agustus 2025 BRI telah menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada 103.807 Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan nilai Rp14,21 triliun. BRI juga berkomitmen mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
“Fokus kami adalah menyalurkan pembiayaan kepada segmen UMKM dan program prioritas pemerintah yang memiliki dampak langsung terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan perputaran ekonomi. Dengan jaringan dan kapabilitas yang dimiliki BRI, kami optimistis dapat memperluas akses pembiayaan hingga ke pelosok negeri,” ujar Direktur Utama BRI Hery Gunardi.
sebelumnya diberitakan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengapresiasi kepercayaan Pemerintah dalam penempatan dana sebesar Rp55 triliun. Penempatan dana ini diharapkan dapat memperkuat likuiditas BRI sekaligus mendorong akselerasi pembiayaan bagi segmen UMKM yang merupakan fokus bisnis BRI serta mendukung program prioritas pemerintah.
Sebelumnya pada Jumat (12/09) Pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI telah menempatkan dana dengan total Rp200 triliun kepada 5 bank milik negara dengan tujuan meningkatkan likuiditas di sistem perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Adapun BRI, Mandiri dan BNI masing masing mendapatkan Rp55 triliun sementara BTN mendapatkan Rp25 triliun dan BSI Rp10 triliun.