Penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa kepada lima bank BUMN (Himbara) membuat bank-bank di daerah juga tertarik untuk mendapatkannya.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, sejumlah bank pembangunan daerah (BPD) seperti Bank Jakarta, Bank Jatim hingga Bank Jabar Banten juga tengah antre agar bisa mendapat guyuran dana dari Menkeu Purbaya.
"Bank Jatim kemarins udah ngomong ke Pak Menteri, Bank DKI juga. Bahkan kalau nggak salah saya dengerin juga Bank BJB juga tertarik," kata Febrio di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Kamis (9/10).
Menerima permintaan tersebut, Febrio bilang bahwa Menkeu Purbaya senang lantaran penempatan uang negara tak terpakai itu bakal turut menggenjot penyaluran kredit.
"Pak Menteri sih responnya (bilang), berarti laku ini barangnya. Kelihatan bahwa ini bagus untuk menambah pertumbuhan kredit sampai akhir tahun," ungkap dia.
"Kita lihat Bank Jakarta, Bank Jatim, bank yang lain gitu misalnya. Kalau dia langsung bisa janji, oh kami akan taruh sektor ini, sektor ini, sektor ini. Itu kan bagi Kementerian Keuangan memang itu yang kita mau," tuturnya.
Advertisement
Kendati begitu, Febrio menyebut ada tiga syarat utama yang jadi acuan pemerintah dalam penyaluran dana yang tersimpan di Bank Indonesia (BI) tersebut. Pertama, pemerintah bakal memastikan dana cash itu benar-benar aman.
Kedua, pemerintah meminta perbankan menyalurkannya kepada sektor riil. Terakhir, pemerintah turut mempertimbangkan faktor risk and return.
"Faktor ketiga, ya risiko. Kalau ternyata kita enggak yakin dengan proposalnya, apalagi kalau ada kasus, ya itu tentunya akan dipertimbangkan," ujar Febrio.
Advertisement
Mengacu data Kementerian Keuangan soal penyaluran dana Rp200 triliun hingga 9 Oktober 2025, Bank Mandiri telah memanfaatkan sekitar 74 persen atau sekitar Rp40,7 triliun dari total penempatan dana sebesar Rp55 triliun.
Diikuti oleh BRI, dengan realisasi sekitar 62 persen atau Rp34,1 triliun dari total penempatan dana sebesar Rp55 triliun. Lalu BNI sebesar 50 persen atau Rp 7,5 triliun dari penempatan dana Rp55 triliun.
Selanjutnya, Bank BTN sudah menyalurkan pembiayaan 19 persen atau sekitar Rp4,75 triliun, dan BSI sebesar 55 persen atau sekitar Rp5,5 triliun dari penempatan dana Rp10 triliun. Dengan demikian, total dana yang telah disalurkan ke sektor riil diperkirakan mencapai sekitar Rp112,5 triliun.