Budidaya Bioflok Batam Jadi Solusi Alternatif Mata Pencarian Nelayan Pesisir
Dinas Perikanan Batam memperkenalkan Budidaya Bioflok Batam sebagai alternatif usaha bagi nelayan pesisir, dengan ratusan unit bantuan telah disalurkan. Simak detail progresnya!
Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengumumkan bahwa budidaya ikan dengan sistem bioflok menjadi salah satu alternatif mata pencarian baru bagi masyarakat pesisir. Program ini diharapkan dapat memberikan pilihan usaha baru selain kegiatan nelayan yang selama ini fokus pada perikanan tangkap.
Kepala Diskan Batam, Yudi Admajianto, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan upaya untuk mendiversifikasi sumber pendapatan warga. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan laut, melainkan juga memiliki opsi lain yang lebih stabil dan terencana.
Program bantuan unit bioflok dari Diskan Batam dan pokok pikiran (pokir) dewan telah menyalurkan 137 unit di tahun ini. Namun, sebagian dari unit tersebut masih menunggu pengiriman pompa aerator. Diharapkan seluruh komponen dapat tiba dan siap digunakan pada minggu keempat November, sehingga kelompok budidaya ikan (pokdakan) dapat segera menebar benih.
Pengembangan Program Bioflok oleh Dinas Perikanan Batam
Dinas Perikanan Batam secara aktif mengembangkan program budidaya bioflok untuk masyarakat pesisir. Yudi Admajianto menegaskan pentingnya diversifikasi usaha bagi nelayan di tengah dinamika sektor perikanan tangkap.
“Budidaya ikan dengan teknologi bioflok bisa menjadi mata pencarian alternatif selain sebagai nelayan yang fokus pada perikanan tangkap,” ujar Yudi, menjelaskan visi di balik program Budidaya Bioflok Batam ini.
Total 137 unit bantuan bioflok telah disalurkan kepada kelompok masyarakat di Batam pada tahun ini. Meskipun demikian, proses implementasi masih menghadapi tantangan logistik, khususnya terkait pengiriman pompa aerator.
Diskan Batam menargetkan seluruh unit bantuan bioflok dapat beroperasi penuh pada akhir November. Hal ini akan memungkinkan pokdakan untuk segera memulai proses penebaran benih ikan dan mengoptimalkan potensi Budidaya Bioflok Batam.
Progres Implementasi dan Harapan Panen di Wilayah Rempang
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Diskan Batam, Cicik Kurniawati, memberikan detail mengenai implementasi program Budidaya Bioflok Batam di wilayah Rempang. Sebanyak 16 unit bantuan bioflok telah diberikan khusus untuk tiga pokdakan di sana.
“Di Rempang pembangunan unit bioflok sudah selesai, lalu juga sudah dilakukan penebaran benih, sekarang sudah mulai tumbuh dengan baik,” kata Cicik, menunjukkan progres positif di lapangan.
Program ini merupakan bantuan pertama yang diterima warga Rempang, setelah tahun sebelumnya tidak ada bantuan serupa. Lokasi bioflok tersebut berada di dalam area Rempang Eco City, tepat di sebelah perumahan warga, dan satu area dengan Kampung Nelayan Merah Putih di Tanjung Banun yang sedang dalam proses pembangunan.
Dengan progres yang menjanjikan, estimasi panen pertama untuk seluruh unit bioflok di Batam, termasuk di Rempang, diperkirakan akan berlangsung pada April 2026. Harapan besar diletakkan pada program Budidaya Bioflok Batam ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Sumber: AntaraNews