Satpolairud Parimo Salurkan Bantuan Sosial ke Warga Pesisir, Edukasi Jaga Laut Teluk Tomini
Dalam rangka HUT ke-75 Korps Polairud, Satpolairud Parimo salurkan 40 paket bantuan sosial ke nelayan dan warga pesisir, sekaligus edukasi bahaya illegal fishing.
Satuan Kepolisian Air dan Udara (Satpolairud) Polres Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, baru-baru ini menyalurkan puluhan paket bantuan sosial. Kegiatan ini ditujukan kepada para nelayan dan masyarakat pesisir di wilayah tersebut. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Korps Polairud.
Sebanyak 40 paket bantuan sosial telah didistribusikan kepada warga yang membutuhkan di beberapa desa. Penyaluran ini mencerminkan komitmen Polri dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat pesisir. Inisiatif ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi mereka.
Selain pemberian bantuan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi penting mengenai bahaya penangkapan ikan secara ilegal. Edukasi tersebut menyasar praktik illegal fishing yang merusak ekosistem laut di perairan Teluk Tomini. Langkah ini diambil untuk membangun kesadaran hukum di kalangan masyarakat.
Distribusi Bantuan Sosial dan Perhatian Polri
Kepala Satpolairud Polres Parigi Moutong, IPTU Gigih Winand, menjelaskan bahwa bantuan sosial ini adalah bentuk nyata perhatian Polri. Pihaknya berkomitmen terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Kegiatan ini menunjukkan kepedulian terhadap kondisi sosial ekonomi mereka.
Bantuan berupa beras ukuran 5 kilogram ini disalurkan ke beberapa lokasi strategis. Wilayah tersebut meliputi Sigolang, Desa Sinei Tengah, dan Desa Poly di Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong. Pemilihan lokasi ini berdasarkan pada kebutuhan masyarakat setempat.
Program bantuan sosial ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan materiil. Lebih dari itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara aparat kepolisian dengan masyarakat. Kemitraan yang harmonis diharapkan dapat tercipta melalui interaksi positif ini.
Edukasi dan Kampanye Anti Illegal Fishing
Selain penyaluran bantuan, fokus utama kegiatan ini adalah sosialisasi tentang bahaya dan dampak illegal fishing. Praktik penangkapan ikan ilegal dapat menyebabkan kerusakan serius pada ekosistem laut. Hal ini juga mengancam keberlanjutan hasil tangkapan nelayan di perairan Teluk Tomini.
Personel Satpolairud Polres Parigi Moutong menggunakan pendekatan persuasif dalam memberikan edukasi. Mereka merangkul masyarakat yang rentan melakukan aksi illegal fishing untuk mengubah perilaku. Tujuannya agar masyarakat menjadi mitra bahari yang aktif menjaga kelestarian laut.
Edukasi ini bertujuan agar masyarakat dapat menjadi agen perubahan. Mereka diharapkan tidak lagi melakukan aktivitas yang merusak ekosistem laut. Upaya ini merupakan bagian dari membangun kesadaran hukum dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga sumber daya laut.
Menjaga Kelestarian Laut untuk Generasi Mendatang
IPTU Gigih Winand menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian laut. "Kami ingin mengajak masyarakat, khususnya para nelayan, untuk menjadi mitra bahari Polairud," ujarnya. Ia menambahkan, "Mari bersama-sama menjaga laut Teluk Tomini agar tetap lestari dan menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang. Mari menjaga laut, maka laut akan menjaga kita."
Melalui kegiatan komprehensif ini, diharapkan hubungan harmonis antara aparat kepolisian dan masyarakat pesisir dapat terus terjalin. Kemitraan ini krusial untuk menciptakan lingkungan maritim yang aman. Hal ini juga penting untuk menekan angka pelanggaran di bidang perikanan.
Inisiatif Satpolairud Polres Parigi Moutong ini menjadi contoh bagaimana pendekatan humanis dan edukatif dapat efektif. Pendekatan ini tidak hanya dalam penegakan hukum tetapi juga dalam pemberdayaan masyarakat. Tujuannya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Sumber: AntaraNews