BSI dan UNG Kupas Tuntas Strategi dan Tantangan Ekonomi Islam di Era Global
Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar kuliah umum yang mengupas strategi dan tantangan Ekonomi Islam di tengah dinamika global, menarik perhatian mahasiswa dan akademisi.
Gorontalo, 06 November - Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang (KC) Gorontalo berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam sebuah kuliah umum. Acara ini menghadirkan Dr. Luqyan Tamaeni, Head of BSI Institute, sebagai narasumber utama. Kuliah umum tersebut secara khusus membahas strategi dan tantangan Ekonomi Islam di era global.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kolaborasi strategis yang telah terjalin antara FEB UNG dan BSI KC Gorontalo. Inisiatif ini menjadi bentuk implementasi nyata dari sinergi antara dunia akademik dan industri keuangan syariah. Tujuannya adalah untuk memperkuat pemahaman dan wawasan mahasiswa serta pelaku industri.
Dengan mengusung tema 'Ekonomi Islam dalam Lanskap Global: Isu Terkini, Arah Kebijakan dan Strategi', Dr. Luqyan Tamaeni memaparkan berbagai isu penting. Pembahasan meliputi dampak perkembangan teknologi finansial, dinamika geopolitik, serta perubahan arah kebijakan ekonomi dunia yang memengaruhi sistem Ekonomi Islam.
Dinamika dan Tantangan Ekonomi Islam di Kancah Global
Dalam pemaparannya, Dr. Luqyan Tamaeni menguraikan isu-isu krusial yang membentuk lanskap Ekonomi Islam saat ini. Ia menekankan bagaimana perkembangan teknologi finansial telah mengubah cara kerja industri keuangan syariah. Hal ini menuntut adaptasi cepat dari para pelaku Ekonomi Islam untuk tetap relevan.
Selain itu, dinamika geopolitik global juga turut memberikan pengaruh signifikan terhadap sistem Ekonomi Islam. Perubahan arah kebijakan ekonomi dunia, baik di tingkat regional maupun internasional, menjadi tantangan tersendiri. Luqyan menjelaskan bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi stabilitas dan pertumbuhan sistem ekonomi berbasis syariah.
“Ia menyoroti tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi finansial, dinamika geopolitik, serta perubahan arah kebijakan ekonomi dunia yang turut mempengaruhi sistem ekonomi berbasis syariah,” kata Luqyan. Pemahaman mendalam tentang isu-isu ini sangat penting untuk merumuskan strategi yang tepat dalam pengembangan Ekonomi Islam.
Peran Akademisi dalam Pengembangan Ekonomi Islam
Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Profesor Abdul Hafidz Olii, menyampaikan apresiasi tinggi atas terlaksananya kegiatan kuliah tamu ini. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan penguatan wawasan mahasiswa di bidang Ekonomi Islam. Terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks.
Hafidz menekankan pentingnya pembelajaran yang aplikatif dan berorientasi pada praktik dunia kerja. “Materi yang dibawakan sangat penting untuk memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap arah kebijakan dan strategi pengembangan ekonomi Islam, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi,” ujarnya. Kuliah tamu semacam ini menjadi jembatan antara teori dan praktik.
Dekan FEB UNG, Dr. Raflin Hinelo, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah langkah konkret pihaknya dalam menghubungkan teori akademik dengan praktik dunia industri. Khususnya sektor perbankan syariah, kolaborasi ini diharapkan memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa.
“Melalui kolaborasi dengan BSI, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan aplikatif mengenai praktik ekonomi Islam, sehingga mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” kata Raflin. Hal ini akan mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi dalam pengembangan Ekonomi Islam di masa depan.
Sumber: AntaraNews