BRI Jadi Bank Himbara dengan Penyaluran KPR Subsidi Tertinggi
Alokasi kuota FLPP BRI di tahun 2025 juga meningkat signifikan, dari 17.000 unit pada tahun 2024 menjadi 25.000 unit pada tahun 2025 atau tumbuh 47% YoY.
Program rumah subsidi memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, menyejahterakan banyak keluarga sekaligus menggerakkan perekonomian. Melalui Kredit Program Perumahan (KPP) dan KPR FLPP, BRI berkomitmen memperluas akses pembiayaan yang layak dan terjangkau, serta menjadi bagian dari upaya besar mewujudkan Indonesia Emas 2045
Di tengah upaya percepatan program tersebut, BRI menjadi bank Himbara paling agresif dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi FLPP. Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan capaian signifikan perusahaan dalam menyalurkan pembiayaan sektor perumahan.
"Hingga 7 September 2025, BRI berhasil menyalurkan 25.080 unit rumah atau setara 100% dari total kuota, menjadikan BRI sebagai bank dengan penyerapan FLPP tertinggi di antara seluruh Himbara. Alokasi kuota FLPP BRI di tahun 2025 juga meningkat signifikan, dari 17.000 unit pada tahun 2024 menjadi 25.000 unit pada tahun 2025 atau tumbuh 47% YoY," ungkap Hery.
Hal itu Hery sampaikan saat Sosialisasi Kredit Program Perumahan bertema 'Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat' yang digelar di Regale International Convention Centre, Medan, pada Kamis, 9 Oktober 2025 lalu. Acara ini dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian dan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.
Melalui skema Kredit Program Perumahan (KPP), BRI tidak hanya membiayai pembelian rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga mendukung pelaku UMKM pengembang, kontraktor, dan penyedia bahan bangunan agar mampu memenuhi kebutuhan pasokan rumah secara berkelanjutan.
"Hari ini, dari Medan, kita menyuarakan semangat kolaborasi nasional melalui partisipasi 3.000 peserta, terdiri dari developer, kontraktor, pedagang bahan bangunan, dan UMKM. Semangat gotong royong ini menjadi kunci agar backlog perumahan dapat kita kurangi bersama," pungkas Hery.