BPPMHKP Jayapura Terbitkan 10 Sertifikat CBIB, Perkuat Mutu Perikanan Hulu
Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Jayapura telah menerbitkan 10 sertifikat Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB) sepanjang tahun 2025, menandai komitmen serius dalam penguatan mutu sektor perikanan dari hulu.
Jayapura, Papua, menjadi saksi nyata komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam menjaga kualitas produk perikanan nasional. Sepanjang tahun 2025, Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Jayapura telah berhasil menerbitkan sebanyak 10 sertifikat Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB). Inisiatif ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat mutu sektor perikanan, khususnya pada tahap hulu, demi memastikan produk yang aman dan berkualitas.
Penerbitan sertifikat CBIB ini menegaskan peran vital BPPMHKP Jayapura dalam mengawal standar kualitas perikanan di wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap proses budidaya ikan memenuhi kriteria mutu yang telah ditetapkan secara nasional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing produk perikanan, baik di pasar domestik maupun internasional.
Pelaksana Tugas Kepala BPPMHKP Jayapura, Fitriah Haji Ali, pada Jumat (27/3) di Jayapura, Papua, menjelaskan bahwa penerbitan sertifikasi ini merupakan bagian integral dari fungsi pengendalian dan pengawasan mutu. BPPMHKP memiliki mandat untuk mengawasi mutu hasil perikanan dari hulu hingga hilir, serta menerbitkan berbagai sertifikasi penting. Upaya ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas produk perikanan secara menyeluruh.
Pentingnya Sertifikasi CBIB untuk Mutu Perikanan
Sertifikasi Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB) menjadi instrumen krusial dalam menjamin kualitas produk perikanan. BPPMHKP Jayapura secara aktif menyasar para pembudidaya ikan untuk memastikan bahwa praktik budidaya mereka selaras dengan standar mutu yang berlaku. Hal ini penting untuk menghasilkan ikan yang sehat dan aman dikonsumsi oleh masyarakat.
Fitriah Haji Ali menegaskan, “Kami, Badan Mutu KKP merupakan lembaga yang menjalankan fungsi pengendalian dan pengawasan mutu hasil perikanan dari hulu hingga hilir, termasuk melalui penerbitan berbagai sertifikasi.” Pernyataan ini menunjukkan cakupan luas tugas BPPMHKP dalam ekosistem perikanan. Fokus pada hulu, khususnya pembudidaya, adalah fondasi untuk kualitas produk akhir.
Di wilayah Papua, sektor hulu perikanan masih didominasi oleh pelaku usaha skala mikro, seperti pembudidaya, pembenih, dan nelayan. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi BPPMHKP Jayapura untuk terus memberikan pendampingan dan edukasi. Meskipun demikian, lembaga ini terus berupaya mendorong pengembangan perikanan berskala makro guna mengakselerasi pertumbuhan sektor ini.
Dorongan Peningkatan Standar Mutu di Papua
Penerapan standar mutu dalam budidaya ikan di Papua memiliki signifikansi besar, meskipun sebagian besar produk belum berorientasi ekspor. Menjaga kualitas produk perikanan di pasar domestik adalah prioritas utama untuk melindungi konsumen dan membangun kepercayaan. Kualitas yang konsisten juga menjadi modal penting jika di masa depan pelaku usaha ingin menembus pasar global.
Selain sertifikasi CBIB, BPPMHKP Jayapura juga menerbitkan berbagai sertifikasi lain yang mendukung peningkatan mutu. Sertifikasi tersebut meliputi Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), Sertifikat Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB) untuk kapal, hingga Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Seluruh sertifikasi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem perikanan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, BPPMHKP Jayapura secara berkelanjutan melakukan sosialisasi dan pengawasan intensif. Tujuannya adalah untuk mendorong pelaku usaha perikanan agar secara bertahap meningkatkan mutu produk mereka sesuai standar yang berlaku. Upaya kolaboratif antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan dapat mewujudkan sektor perikanan Papua yang lebih maju dan berdaya saing.
Sumber: AntaraNews