Bill Gates Ingin Tinggalkan Hartanya Rp2.771 Triliun dan Akan Tutup Yayasan
Bill Gates berencana menyumbangkan 99% kekayaannya dan menutup Gates Foundation pada tahun 2045, menandai langkah besar dalam filantropi.
Bill Gates, pendiri Microsoft dan salah satu miliarder terkaya di dunia, baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk menyumbangkan hampir seluruh kekayaannya dan menutup Yayasan Gates Foundation pada tahun 2045.
Pengumuman ini disampaikan melalui blog pribadinya pada tanggal 8 Mei 2025. Dalam rencananya, Gates berkomitmen untuk menyumbangkan 99% dari kekayaannya yang diperkirakan mencapai USD168 miliar (sekitar Rp 2.771 triliun), dalam kurun waktu 20 tahun ke depan.
Yayasan Gates Foundation, yang didirikan pada tahun 2000 bersama mantan istrinya, Melinda French Gates, akan berhenti beroperasi pada tanggal 31 Desember 2045. Keputusan ini merupakan perubahan dari rencana awal Gates yang ingin yayasan tersebut terus beroperasi beberapa dekade setelah kematiannya. Namun, ia merasa bahwa tujuan yayasan dapat dicapai lebih cepat dengan mempercepat penyaluran dana dan memberikan kepastian lebih kepada para mitra.
"Saya telah memutuskan untuk memberikan uang saya kembali kepada masyarakat jauh lebih cepat daripada yang saya rencanakan sebelumnya," kata Gates dilansir dari The Economic Times.
Selama 25 tahun beroperasi, Gates Foundation telah menyalurkan lebih dari USD100 miliar untuk berbagai program global, termasuk pengentasan penyakit, penanggulangan kemiskinan, perubahan iklim, serta peningkatan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Gates memperkirakan yayasan tersebut akan menyalurkan hingga USD200 miliar hingga tahun 2045.
Transformasi dalam Filantropi Bill Gates
Meskipun Melinda French Gates tidak akan menyalurkan sebagian besar kekayaannya melalui Gates Foundation, Bill Gates sendiri akan menyumbangkan dana dari kekayaan pribadinya dan dana abadi yayasan untuk mencapai tujuan filantropinya.
Tujuan utama dari sumbangan ini adalah mengakhiri kematian ibu dan bayi, memberantas penyakit menular, dan mengentaskan kemiskinan. Gates menyatakan keinginannya untuk tidak meninggal dalam keadaan kaya dan ingin menggunakan sumber dayanya untuk membantu orang lain.
Dalam blognya, Gates menuliskan, "Orang-orang akan mengatakan banyak hal tentang saya ketika saya meninggal. Saya tidak ingin dinilai 'dia meninggal kaya' oleh banyak orang." Pernyataan ini menunjukkan komitmen Gates untuk menggunakan kekayaannya demi kepentingan sosial.
Gates juga mengutip esai tahun 1889 karya tokoh industri Andrew Carnegie berjudul 'The Gospel of Wealth,' yang berpendapat bahwa orang kaya memiliki kewajiban untuk mengembalikan kekayaan mereka kepada masyarakat. Dalam esai tersebut, Carnegie menulis, "Orang yang meninggal dalam keadaan kaya, meninggal dalam keadaan tercela."
Sejarah dan Dampak Yayasan Gates Foundation
Sejak didirikan pada tahun 2000, Gates Foundation telah menjadi salah satu yayasan filantropi terbesar di dunia. Yayasan ini telah menyalurkan lebih dari US$100 miliar untuk proyek-proyek kesehatan dan pembangunan. Dalam dua dekade mendatang, Gates memperkirakan yayasannya akan membelanjakan tambahan US$200 miliar, tergantung pada kondisi pasar dan inflasi.
Bill Gates juga menekankan pentingnya kemitraan pemerintah dalam pencapaian tujuan yayasan tersebut. Ia berharap langkah ini akan menjadi model bagi miliarder lainnya untuk mengikuti jejaknya dalam berkontribusi kepada masyarakat.
Dalam konteks ini, Gates menyatakan, "Ada terlalu banyak masalah mendesak yang harus dipecahkan bagi saya untuk menyimpan sumber daya yang dapat digunakan untuk membantu orang." Pernyataan ini menunjukkan urgensi dan komitmen Gates dalam menghadapi tantangan global.
Kepedulian Terhadap Masalah Global
Gates Foundation telah berfokus pada berbagai isu penting seperti kesehatan global, perubahan iklim, dan pendidikan. Dengan penutupan yayasan yang direncanakan pada tahun 2045, Gates berharap dapat mempercepat pekerjaan yayasan dalam inisiatif kesehatan dan ekuitas global.
Ia juga mengungkapkan bahwa akan ada orang kaya lainnya dalam 20 tahun mendatang yang lebih mampu mengatasi tantangan masa depan. Hal ini menunjukkan keyakinan Gates bahwa generasi mendatang akan terus berkontribusi dalam memecahkan masalah-masalah besar di dunia.
Pengumuman ini juga datang pada saat pemerintahan Presiden AS Donald Trump berupaya memangkas dana kesehatan, bantuan luar negeri, dan program bantuan publik lainnya, yang merupakan jenis kegiatan yang didukung oleh Yayasan Gates. Gates ingin memastikan bahwa kemajuan dalam penelitian dan proyek-proyek penting lainnya tidak terhambat.
Dengan rencana sumbangan dan penutupan yayasan ini, Bill Gates menegaskan kembali posisinya sebagai salah satu filantropis terbesar di dunia. Ia berharap dapat memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk lebih peduli terhadap masalah-masalah sosial dan berkontribusi dalam menciptakan perubahan yang positif.