Usai Rekrut Sri Mulyani, Bill Gates Mulai Tutup Gates Foundation dan Pangkas Pegawai
Pendiri Microsoft, Bill Gates, telah secara resmi memulai proses penutupan Bill & Melinda Gates Foundation sebagai langkah awal dalam perubahannya.
Pendirian Microsoft, Bill Gates, telah resmi memulai langkah awal untuk menutup Bill & Melinda Gates Foundation. Keputusan ini menandai fase transisi yang signifikan bagi salah satu organisasi filantropi terbesar di dunia, setelah yayasan tersebut menetapkan rencana penutupan penuh pada tahun 2045.
Langkah awal ini mencakup penggabungan peningkatan belanja program berskala besar serta pengetatan biaya operasional. Pimpinan yayasan menegaskan bahwa periode menjelang penutupan akan lebih difokuskan pada pencapaian dampak maksimal, bukan pada pengurangan aktivitas secara drastis.
Dikutip dari laman Moneycontrol.com pada Jumat (16/1-2026), diperkirakan selama sisa masa operasinya, Gates Foundation akan menghabiskan hampir USD 200 miliar untuk berbagai program global, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan. Yayasan Bill Gates juga telah menyetujui anggaran sebesar USD 9 miliar untuk tahun 2026, yang merupakan belanja tahunan tertinggi sepanjang sejarahnya.
Peningkatan alokasi ini mencerminkan upaya yayasan untuk menjawab tekanan yang semakin besar di bidang kesehatan global, pengentasan kemiskinan, dan pendidikan, terutama di tengah anggaran bantuan internasional yang sedang tertekan di beberapa negara.
Seiring dengan peningkatan belanja program, yayasan juga mengumumkan rencana untuk mengurangi jumlah tenaga kerjanya hingga 500 posisi dalam lima tahun ke depan. Pengurangan ini akan dilakukan secara bertahap dan sebagian bertujuan untuk menjaga biaya operasional tetap dalam batas tetap sebesar USD 1,25 miliar per tahun, atau sekitar 14 persen dari total anggaran.
Saat ini, yayasan mempekerjakan lebih dari 2.300 orang dan berencana mencapai target tersebut melalui kombinasi pengurangan alami (attrition) dan penghapusan peran tertentu secara selektif, bukan melalui pemutusan hubungan kerja massal. Manajemen menyatakan bahwa tingkat staf dan biaya akan ditinjau setiap tahun selama masa transisi.
Di sisi lain, meskipun ada pengurangan pegawai, Gates Foundation justru merekrut mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai anggota Dewan Pengurus (Governing Board). Keputusan ini menunjukkan bahwa yayasan tetap berkomitmen untuk memperkuat kepemimpinan dan strategi mereka di tengah perubahan yang sedang berlangsung.
Program Utama Selama Masa Transisi
Meskipun penutupan telah direncanakan, Yayasan Gates akan terus mendanai inisiatif-inisiatif penting. Beberapa bidang yang menjadi perhatian meliputi kesehatan ibu dan anak, pengembangan vaksin, pencegahan penyakit menular, serta program pendidikan. Pendanaan tambahan juga akan difokuskan pada pemanfaatan alat kecerdasan buatan dalam proyek-proyek sektor publik dan kesehatan.
Dengan langkah ini, organisasi tersebut berupaya untuk memperluas jangkauan operasionalnya, terutama di wilayah-wilayah seperti Afrika dan India. Selain itu, lebih banyak kepemimpinan program dan pelaksanaan kegiatan akan dipindahkan lebih dekat ke daerah yang paling terpengaruh oleh penyakit seperti HIV dan tuberkulosis.
Prospek Jangka Panjang
Pimpinan yayasan menegaskan bahwa organisasi ini masih memiliki hampir dua dekade untuk beroperasi dan bertekad menghasilkan dampak paling signifikan selama periode tersebut. Strategi penutupan yang diterapkan mencerminkan keseimbangan antara percepatan belanja saat ini dan penetapan tanggal akhir yang jelas pada 2045.
Dalam pernyataannya, pimpinan yayasan menyampaikan komitmen untuk memaksimalkan dampak positif yang dapat dihasilkan sebelum masa operasional berakhir. Dengan menetapkan tanggal akhir yang jelas, yaitu pada tahun 2045, organisasi dapat merencanakan penggunaan sumber daya dengan lebih efektif dan efisien.
Dengan adanya rencana ini, yayasan berupaya menciptakan hasil yang berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan bahwa setiap investasi yang dilakukan dapat memberikan dampak yang signifikan dan terukur.