Kabar mengejutkan datang dari miliader dunia Bill Gates usai mengunjungi Indonesia pada 8 Mei 2025. Pendiri Microsoft tersebut berencana untuk menyumbangkan hampir semua kekayaan pribadinya dan menutup Yayasan Gates dalam waktu 20 tahun.
Dalam sebuah blog pribadinya, Bill Gates mengaku tak ingin meninggal dalam keadaan kaya seperti yang dipikirkan banyak orang. Sebaliknya, dia ingin menggunakan hartanya untuk membantu orang sebanyak mungkin sebelum meninggal dunia.
"Ada terlalu banyak masalah mendesak yang harus dipecahkan bagi saya untuk menyimpan sumber daya yang dapat digunakan untuk membantu orang," tulis Gates dilansir CNBC.com, Jumat (9/5).
Bill Gates saat ini dinobatkan sebagai miliader paling dermawan di dunia. Bloomberg memproyeksikan kekayaan bersihnya sebesar USD 168 miliar atau setara RpRp2.337 triliun dengan asumsi kurs Rp16.511 per USD.
Kini, Gates telah menetapkan jadwal khusus untuk menyalurkan kekayaannya sebelum ditutup pada tanggal 31 Desember 2045. Sejak yayasan ini diluncurkan pada tahun 2000, yayasan ini telah menyumbangkan lebih dari USD 100 miliar untuk tujuan-tujuan global, khususnya untuk memberantas penyakit dan kemiskinan, mengatasi perubahan iklim, dan memperluas akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.
Advertisement
Gandakan Penyaluran Uang dari Yayasan
Gates memperkirakan Yayasan akan mampu menggandakan jumlah tersebut, dan menyalurkan USD200 juta lagi antara sekarang dan 2045, tergantung pada faktor-faktor seperti inflasi dan kinerja pasar, tulisnya. Dia berencana untuk meningkatkan anggaran tahunannya dari USD 6 miliar menjadi USD 9 miliar.
Pengumuman Gates ini muncul pada saat pemerintah dunia, khususnya AS, telah memangkas anggaran bantuan global mereka hingga puluhan miliar dolar.
Gates menyatakan kekhawatiran bahwa organisasi filantropi seperti miliknya tidak akan dapat mengisi kekosongan dalam bantuan global yang ditinggalkan oleh pemotongan pemerintah baru-baru ini.
Advertisement
Punya Harta Ribuan Triliun, Anak Bill Gates Cuma Dapat Warisan Rp165 Miliar
Melansir Yahoo Finance, dalam sebuah wawancara dengan The Daily Mail pada 2011, Gates mengungkapkan ketiga anaknya hanya akan menerima sebagian kecil dari kekayaannya. Jumlahnya pun jauh dari bayangan publik, masing-masing hanya akan mewarisi sekitar USD10 juta atau Rp165 miliar.
Keputusan ini, kata Gates, bukanlah keputusan impulsif, melainkan pilihan yang didasarkan pada prinsip bahwa warisan besar justru bisa menjadi penghambat dalam membentuk karakter dan motivasi seseorang.
Pernyataan mengejutkan ini memicu diskusi luas di kalangan masyarakat, khususnya mengenai konsep warisan, kekayaan, dan peran orang tua kaya dalam membesarkan anak-anak mereka. Sikap Gates kembali menjadi sorotan pada sesi tanya jawab “Ask Me Anything” di Reddit pada 2013.
Salah satu pengguna mengomentari betapa pengaruh filantropi Gates telah mengubah cara pandang orang kaya lainnya terhadap warisan.
"Banyak orang kaya yang saya kenal mengidolakan Bill Gates, bukan karena kiprahnya di Microsoft, tapi karena kemurahan hatinya. Bahkan, keputusan Bill untuk hanya meninggalkan 10 juta dolar untuk anak-anaknya membuat orang tua teman-teman saya membatalkan dana perwalian mereka yang nilainya ratusan juta dolar.”