Benarkah Bjorka Bobol Sistem Bank dan Dapat 4,9 Juta Data Nasabah? Polisi Beri Penjelasan
Dia mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil eksaminasi di Laboratorium Forensik Digital.
Polisi masih mendalami asal-usul data 4,9 juta nasabah yang didapat oleh WFT (22), sosok yang disebut-sebut sebagai Bjorka. Dari kasus inilah jejak WFT, akhirnya terendus dan tertangkap.
Terkait hal ini, Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus mengatakan bahwa belum ada kepastian data yang didapat WFT benar-benar hasil membobol sistem bank, atau dia hanya menadah data dari hacker lain untuk dipakai memeras bank swasta.
Dia mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil eksaminasi di Laboratorium Forensik Digital.
"Itu masih dicek dibukti digital, masih proses eksaminasi di Laboratorium Digital Forensik," kata Fian saat dihubungi, Sabtu (4/10).
Dia menerangkan, jejak digital menjadi kunci. Dari situ bisa ketahuan apakah data diunduh oleh WFT langsung dari sistem bank, atau dia hanya mendapatkan kiriman dari pihak lain.
"(Digital Forensik) nanti kelihatan dari jejak digital apakah data di download dari orang lain, dikirim atau dia ambil dari sebuah sistem," ucap dia.
Sepak Terjang Sosok WFT
Diketahui, terungkap sepak terjang WFT berawal dari Februari lalu sebuah akun X alias Twitter dengan nama @bjorkanesiaaa bikin heboh.
Akun itu memamerkan tampilan salah satu akun nasabah bank, lalu mengirim pesan langsung ke akun resmi sebuah bank swasta. Si pemilik akun mengklaim sudah menggenggam 4,9 juta data nasabah.
Aksi itu jadi pintu masuk penyelidikan. Bank melapor ke polisi, dan penyidik Siber Polda Metro Jaya pun menelusuri asal-usul data tersebut. Hasilnya mengarah ke WFT. Dia kemudian ditangkap di Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Minahasa, Sulawesi Utara pada Selasa, 23 September 2025.