5.000 Karyawan Petronas Bakal di-PHK, PM Malaysia Sampai Turun Tangan
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim ikut angkat bicara mengenai peluang perusahaan migas Malaysia, Petronas mengurangi 10 persen dari jumlah pegawainya.
Petroliam Nasional Berhad (Petronas), perusahaan minyak dan gas asal Malaysia tengah menjalani transformasi strategis untuk menjadi perusahaan energi yang lebih tangkas dan terintegrasi, yang terus memberikan solusi energi yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Beberapa upaya untuk mencapai transformasi itu adalah peninjauan seluruh operasi hingga peluang pengurangan atau Pemutuhsan Hubungan Kerja (PHK) kepada 10 persen dari total jumlah pegawai.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim ikut angkat bicara mengenai peluang perusahaan migas Malaysia, Petronas mengurangi 10 persen dari jumlah pegawainya.
Anwar yang juga merangkap jabatan sebagai Menteri Keuangan Malaysia itu mengatakan sebagian besar karyawan Petronas yang dikurangi sebagai langkah transformasi dan efisiensi perusahaan merupakan pegawai kontrak.
"Kebanyakan melibatkan (posisi) kontrak," kata Anwar sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Malaysia, Bernama, di Jakarta, Sabtu (7/6).
Presiden dan CEO Grup Petronas Tengku Muhammad Taufik mengatakan Petronas membuka kemungkinan mengurangi 10 persen karyawan sebagai langkah transformasi dan efisiensi perusahaan.
Petronas memiliki sekitar 50.000 karyawan menurut situs webnya. Artinya, Petronas mungkin mengurangi sekitar 5.000 karyawan.
Namun, Taufik membantah bahwa perusahaan milik negara itu akan keluar dari bisnisnya di Kanada. Petronas menyatakan mereka perlu menyesuaikan jumlah tenaga kerjanya untuk memastikan keberlanjutan perusahaan dalam beberapa dekade mendatang.
Petronas juga akan menerapkan pembekuan umum pada aktivitas perekrutan tenaga kerja hingga Desember 2026, dengan pengecualian untuk posisi penting bisnis tertentu, yang akan dinilai berdasarkan kasus per kasus.
Pembekuan Perekrutan Tenaga Kerja
Selain itu, Petronas akan menerapkan pembekuan umum pada aktivitas perekrutan tenaga kerja hingga Desember 2026, dengan pengecualian untuk posisi penting bisnis tertentu, yang akan dinilai berdasarkan kasus per kasus.
"Tinjauan menyeluruh atas aset, proses, pengeluaran, dan orang-orangnya merupakan perubahan mendasar yang penting bagi Petronas untuk bersaing dan mendorong pertumbuhan masa depan di tengah lingkungan pasar yang semakin menantang," tambahnya.
Dia berharap transformasi dapat menempatkan Petronas pada posisi yang lebih baik untuk memastikan relevansinya di tengah transisi energi yang penuh tantangan, memperkuat ketahanannya, dan memungkinkannya untuk tetap kompetitif, bahkan saat perusahaan mempercepat pertumbuhan melalui investasi yang ditargetkan sambil menciptakan tenaga kerja yang berorientasi pada nilai dan tangkas.