Tata Cara Salat Tarawih Sendiri 11 Rakaat, dari Niat Hingga Salam
Meskipun dilakukan secara mandiri di rumah, pelaksanaan salat tarawih tetap sah menurut syariat dan memiliki dasar hukum yang kuat.
Cara melaksanakan salat tarawih sendiri sebanyak 11 rakaat adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Muslim, terutama dalam menghidupkan malam Ramadhan. Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan dalam Kitab Shahih Bukhari, yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memberikan janji ampunan untuk dosa-dosa yang telah lalu bagi mereka yang melaksanakan ibadah ini dengan penuh iman.
Meskipun dilakukan secara mandiri di rumah, pelaksanaan salat tarawih tetap sah menurut syariat dan memiliki dasar hukum yang kuat.
Melaksanakan salat secara munfarid atau sendiri memberikan kebebasan bagi individu untuk mengatur durasi bacaan serta tingkat kekhusyukan tanpa terpengaruh oleh kecepatan imam di masjid.
Dengan mengikuti urutan yang benar, mulai dari niat hingga ditutup dengan sholat witir, setiap Muslim dapat memperoleh pahala yang maksimal meskipun tidak melakukannya secara berjamaah.
Berikut ini adalah ulasan lengkap mengenai tata cara salat tarawih sendiri, yang dirangkum Rabu (18/2):
Urutan Salat Tarawih
Pada pelaksanaan salat tarawih mandiri sebanyak 11 rakaat, umumnya dilakukan dengan formasi 2 rakaat sebanyak 4 kali, yang diakhiri dengan 3 rakaat witir. Urutan salat tarawih adalah sebagai berikut:
1. Niat Salat Tarawih (2 Rakaat)
Niat salat dikhususkan dalam hati sebelum takbiratul ihram, sesuai dengan panduan dalam Kitab Fathul Mu'in. Niat tersebut dalam bahasa Arab adalah: Ushalli sunnatat tarwhi rak'ataini lillhi ta'l. Artinya, "Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta'ala."
2. Takbiratul Ihram
Langkah selanjutnya adalah mengangkat tangan dan mengucapkan "Allahu Akbar" sebagai tanda dimulainya salat. Ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam pelaksanaan sholat.
3. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
Setelah takbiratul ihram, disunnahkan untuk membaca doa pembuka, yang telah dijelaskan dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi. Doa ini bertujuan untuk memohon keberkahan dan kemudahan dalam sholat yang akan dilaksanakan.
4. Membaca Al-Fatihah
Pada setiap rakaat, membaca surat Al-Fatihah adalah wajib, karena surat ini merupakan rukun sholat. Tanpa membacanya, sholat dianggap tidak sah.
5. Membaca Surat Pendek
Disunnahkan untuk membaca surat pendek dari Al-Qur'an setelah Al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua. Ini memberikan kesempatan untuk memperpanjang bacaan dalam sholat dan mendalami makna dari ayat-ayat yang dibaca.
6. Ruku' dengan Thuma'ninah
Setelah membaca surat, lakukan ruku' dengan penuh ketenangan dan thuma'ninah, yaitu membungkuk dengan sempurna sebelum bangkit kembali. Ini adalah bagian dari adab dalam sholat yang menunjukkan penghormatan kepada Allah.
7. I'tidal (Bangun dari Ruku')
Setelah ruku', berdiri tegak dengan posisi tangan kembali ke samping atau bersedekap. Ini adalah posisi yang menunjukkan kesiapan untuk melanjutkan sholat.
8. Sujud Dua Kali
Gerakan sujud dilakukan dua kali dengan khusyuk, sesuai dengan tata cara sholat yang umum. Sujud adalah saat yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampunan.
9. Tahiyat Akhir dan Salam
Pada rakaat kedua, duduklah untuk tahiyat akhir dan ucapkan salam ke kanan dan kiri sebagai tanda mengakhiri dua rakaat. Ini adalah penutup dari setiap sesi sholat yang dilaksanakan.
10. Menutup dengan Sholat Witir
Setelah menyelesaikan 8 rakaat tarawih, lanjutkan dengan sholat witir sebanyak 3 rakaat sebagai penutup ibadah malam. Setelah salam terakhir, tutuplah ibadah dengan membaca zikir dan doa.
Melaksanakan sholat tarawih sendiri sebanyak 11 rakaat di rumah memberikan kesempatan untuk berdoa dengan lebih tenang dan curhat langsung kepada Allah tanpa terburu-buru. Dengan menjaga gerakan yang tertib dan hati yang ikhlas, ibadah malam ini akan terasa lebih damai dan mendatangkan pahala sunnah yang sempurna.
Salat Sendiri Tetap Sah
Melaksanakan salat tarawih secara mandiri atau munfarid adalah sah dan tetap mendapatkan keutamaan ibadah di bulan Ramadhan. Dalam Kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, Imam Nawawi menjelaskan bahwa sholat tarawih merupakan sunnah yang dapat dikerjakan baik secara berjamaah maupun sendirian. Kebolehan untuk melaksanakan salat sendiri ini didasarkan pada praktik awal Rasulullah SAW, yang mengerjakan sholat malam di masjid hanya pada beberapa malam dan kemudian melanjutkannya di rumah, karena khawatir umatnya akan menganggap sholat tersebut sebagai kewajiban fardu.
Dalam Kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, ditekankan bahwa esensi dari tarawih adalah menghidupkan malam Ramadhan dengan sholat, baik dilakukan di masjid bersama imam atau secara mandiri di rumah. Melalui cara sholat tarawih sendiri sebanyak 11 rakaat, umat muslim dapat tetap meraih pahala.
Bagi wanita atau mereka yang memiliki uzur, melaksanakan sholat di rumah dianggap sangat baik untuk menjaga privasi dan ketenangan. Kitab Al-Umm karya Imam Syafi'i menyebutkan bahwa sholat sunnah pada umumnya lebih baik dilakukan di rumah agar tidak muncul rasa riya. Oleh karena itu, menjalankan cara sholat tarawih sendiri sebanyak 11 rakaat merupakan pilihan yang baik bagi umat muslim.
Jumlah Rakaat Salat Tarawih
Jumlah rakaat dalam sholat tarawih menjadi perdebatan di kalangan ulama, di mana setiap pendapat memiliki dasar yang kuat. Formasi 11 rakaat, yang mencakup witir, merujuk pada hadis sahih dari Aisyah RA yang tercantum dalam Kitab Shahih Muslim: "Rasulullah SAW tidak pernah menambah sholat malam lebih dari sebelas rakaat, baik di dalam maupun di luar Ramadhan".
Di sisi lain, tradisi melaksanakan 20 rakaat (total 23 rakaat dengan witir) merupakan kesepakatan yang diambil oleh para sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Dalam Kitab Al-Muwatta yang ditulis oleh Imam Malik, dijelaskan bahwa pada masa itu, masyarakat melaksanakan tarawih sebanyak 20 rakaat di bawah pimpinan Ubay bin Ka'ab. Perbedaan jumlah rakaat ini dianggap sebagai bentuk kelapangan dalam syariat, di mana setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih jumlah rakaat yang dapat mereka laksanakan sambil tetap memperhatikan kualitas rukunnya.
Apabila seseorang memilih untuk melaksanakan sholat tarawih sebanyak 11 rakaat, fokus utama haruslah pada thuma'ninah (ketenangan) di setiap gerakan. Dalam Kitab Mughni Al-Muhtaj, para ulama menegaskan bahwa yang terpenting dalam sholat tarawih bukanlah sekadar banyaknya rakaat, melainkan kualitas pengabdian kepada Allah yang tercermin melalui bacaan Al-Qur'an dan sujud yang panjang.
Pertanyaan Seputar Salat Tarawih Sendiri di Rumah
Apa hukum melakukan cara sholat tarawih sendiri 11 rakaat?
Hukum melaksanakan sholat tarawih secara mandiri adalah sunnah muakkad, dan sah dilakukan di rumah. Dengan demikian, umat Muslim diperbolehkan untuk melaksanakan sholat ini sendiri tanpa harus pergi ke masjid.
Bolehkah sholat tarawih 11 rakaat dikerjakan 4-4-3?
Melakukan sholat tarawih 11 rakaat dengan pola 4-4-3 adalah diperbolehkan. Namun, banyak ulama menyarankan agar sholat malam dilakukan dengan setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam untuk menjaga kesunahan sholat tersebut.
Kapan waktu terbaik melakukan cara sholat tarawih sendiri 11 rakaat?
Waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat tarawih dimulai setelah sholat Isya hingga sebelum masuk waktu fajar (Subuh). Memanfaatkan waktu ini memberikan kesempatan untuk mendapatkan pahala yang lebih besar.
Apakah harus membaca doa Kamilin jika sholat sendiri?
Membaca doa Kamilin setelah melaksanakan sholat tarawih adalah sunnah dan dianjurkan untuk menambah pahala. Namun, perlu dicatat bahwa membaca doa ini bukanlah syarat sah untuk sholat.
Apakah niat harus diucapkan lisan setiap kali salam?
Niat dalam sholat cukup dilakukan di dalam hati. Melafalkan niat secara lisan hanya berfungsi untuk membantu kemantapan hati sebelum mengucapkan takbir.