Saat Donald Trump Datangi Negara Arab, Israel Bantai Warga Gaza hingga 100 Orang Lebih Wafat Dalam Sehari
Israel kembali menyerang Gaza hingga mengakibatkan sedikitnya 103 orang wafat saat Presiden AS lakukan lawatan ke Timur Tengah.
Israel kembali melakukan serangan militer di seluruh wilayah Jalur Gaza hingga mengakibatkan lebih dari 100 warga Palestina wafat. Serangan tersebut terjadi saat kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Timur Tengah.
Sejak Trump memulai lawatan regionalnya, serangan Israel terhadap Gaza telah meningkat secara signifikan. Puluhan orang wafat termasuk wanita, anak-anak, dan setidaknya satu jurnalis terhitung pada Rabu, 14 Mei 2025.
Serangan juga telah menargetkan dua rumah sakit, enam sekolah, dan tiga tempat penampungan bagi orang-orang yang mengungsi. Aksi ini menandai salah satu eskalasi paling mematikan dalam beberapa minggu terakhir.
Israel Terus Serang Gaza
Mengutip sumber medis Palestina, dala laporan tercatat sekitar 60 warga Palestina terdiri dari wanita dan anak-anak, wafat di Khan Yunis dan daerah sekitar di Jalur Gaza selatan.
Korban tewas dan luka dibawa ke Kompleks Medis Nasser yang telah kewalahan di tengah kekurangan pasokan medis yang parah. Rumah sakit lain di Gaza juga berjuang melawan tekanan serangan terus menerus dan sistem perawatan kesehatan yang kolaps.
Setelah tentara Israel merilis peta evakuasi terbaru yang mencakup Al-Shifa, beberapa pasien dan korban luka dipindahkan dari bangsal rumah sakit.
Meskipun militer Israel telah menetapkan Kota Gaza bagian barat sebagai "zona aman" (walau sesungguhnya tak ada tempat aman di Gaza), kini kota itu menjadi salah satu daerah yang paling padat penduduknya karena banyak orang berpindah untuk mengungsi.
Israel Serang saat Warga Tertidur
Dilansir dari Al Jazeera, disebutkan jika militer Israel menargetkan warga sipil saat mereka sedang tidur dengan melancarkan 13 serangan udara di kamp pengungsi Jabalia dan daerah sekitarnya. Serangan itu terjadi saat warga Palestina memperingati hari Nakba ke-77.
Nakba yang berarti "malapetaka" atau "bencana besar" adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pengusiran dan eksodus massal sekitar 700.000 warga Palestina dari tanah mereka menyusul pendirian negara Israel pada tahun 1948.
Warga Palestina terus memperingati Nakba pada 15 Mei. Melihat apa yang terjadi di Gaza pada Hari Nakba, warga menjadi sangat khawatir tentang potensi perluasan operasi darat Israel.
Kunjungan Donald Trump ke Timur Tengah
Di tempat lain di kawasan Timur Tengah, Presiden Donald Trump mengakhiri kunjungannya ke Qatar pada hari Kamis, 15 Mei 2025. Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mendesak Trump untuk menggunakan pengaruhnya guna membantu mengamankan gencatan senjata di Gaza.
"Bapak Presiden, keterlibatan Anda dapat mengkatalisasi terobosan di mana yang lain telah terhenti. Namun hanya jika dilakukan bersama dengan mitra yang serius," kata Al Thani dikutip dari Al Jazeera (16/4).
"Amerika Serikat membawa kekuatan, pengaruh, dan bobot global. Jika kita bertindak bersama, kita memiliki peluang nyata untuk mengakhiri pertumpahan darah dan memulihkan kepercayaan regional," tambahnya.
Pada 7 Oktober 2023, setelah operasi Perlawanan Palestina di Israel selatan, militer Israel melancarkan perang genosida terhadap warga Palestina yang hingga kini menewaskan lebih dari 52.000 jiwa, melukai lebih dari 118.000 orang, dan lebih dari 14.000 lainnya masih hilang.