Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, menyerang pasukan Israel (IOF) dan melakukan pertempuran dari jarak dekat di al-Shimaa, Beit Lahia, Gaza utara.
Brigade Al-Qassam menyebut, para pejuangnya menyerang pasukan zionis di sebuah bangunan perumahan menggunakan rudal anti-personil dan senjata lainnya. Serangan tersebut mengakibatkan kematian dan cedera pada belasan tentara Israel.
"Brigade Al-Qassam melaporkan pada Selasa malam bahwa para pejuangnya membunuh dan melukai banyak tentara Israel dalam serangan terhadap sebuah bangunan tempat tinggal yang menampung unit militer di barat laut Kota Gaza," seperti dikutip dari yenisafak (14/11/2024).
Melansir dari cuitan di akun X @Rd_fas1, membagikan video menegangkan merekam detik-detik saat para pejuang Al-Qassam melakukan pertempuran jarak dekat dengan pasukan zionis Israel. Berikut videonya:
كتائب القسام:
— الرادع المغربي 🇲🇦🔻🇵🇸 (@Rd_fas1) November 12, 2024
أجهزنا على قوة صهيونية من 7 جنود بقذيفة وأسلحة رشاشة وقنابل يدوية في بيت لاهيا شمال قطاع غزة pic.twitter.com/9LAPvSUqrs
Dalam video, kedua kubu terlibat saling beradu tembak dari balik reruntuhan bangunan di wilayah Jabalia. Suara tembakan terdengar menggema dari beberapa penjuru. Tampak para pejuang Al-Qassam membalas serangan pasukan zionis dengan senjata rakitan mereka.
Di video lain, membagikan momen saat pejuang Brigade Al-Qassam bertempur dari jarak dekat dengan pasukan Israel di Kota Beit Lahia. Mereka terlihat menargetkan tank-tank militer Israel yang datang menginvasi wilayah tersebut.
Sayap militer Hamas itu mengatakan, mereka menyerang dua kendaraan pengangkut pasukan Israel dengan peluru al-Yassin 105 dan Tandem serta menyerang buldoser militer dengan alat peledak Thunder. Berikut videonya:
كتائب القسام تبث جانبًا من المعارك في مخيم جباليا pic.twitter.com/9CHOL08R0g
— الرادع المغربي 🇲🇦🔻🇵🇸 (@Rd_fas1) November 13, 2024
Hingga saat ini, tentara Israel belum mengomentari pernyataan Al-Qassam itu. Ini menandai operasi kedelapan yang diumumkan oleh kelompok tersebut dengan sebagian besar aksi terkonsentrasi di Gaza utara.
Diketahui, jika di hari ke-404 agresi militer Israel ke Palestina, jumlah korban tewas telah mencapai lebih dari 43 ribu jiwa. Sementara itu, 103.258 orang lainnya mengalami luka-luka sejak 7 Oktober 2023 lalu.
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan pada Rabu (13/11/2024), Israel melakukan tujuh pembantaian di Jalur Gaza dan menyebabkan 47 orang syahid serta 182 orang luka-luka selama 24 jam terakhir.
Kementerian memperingatkan bahwa masih ada sejumlah korban di bawah reruntuhan dan di jalan. Para tentara Israel bahkan mencegah kru ambulans dan pertahanan sipil untuk menjangkau mereka.
Israel menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional karena serangan militer yang mengarah pada langkah pemusnahan etnis yang terus dilakukan sejak setahun belakangan.
Aksi mereka menuai kecaman dari banyak pihak dan masyarakat dunia. Namun hingga kini, gencatan senjata tak kunjung dilakukan. Israel bahkan terus melakukan serangan dan menargetkan warga-warga sipil di Palestina.
Advertisement