Koboi Berpistol Arogan Main Tembak saat Berebut Isi BBM di SPBU, Sopir Angkot Langsung Tewas di Tempat
Sementara rekannya, DW (27), harus dirawat di rumah sakit karena turut terkena tembakan.
Seorang sopir angkot, OB (35), tewas dengan luka tembak di perut dan paha. Sementara rekannya, DW (27), harus dirawat di rumah sakit karena turut terkena tembakan.
Peristiwa itu bermula saat DW cekcok mulut dengan tiga orang menggunakan mobil Toyota Kijang Innova Reborn gara-gara rebutan isi bahan bakar minyak di SPBU Sembawa, Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (21/10) sore. DW pun lantas dikeroyok para pelaku.
Melihat rekan sesama sopir angkot terancam, korban OB bermaksud melerai. Namun dia malah turut dikeroyok oleh para pelaku.
Kemudian salah seorang pelaku mengambil senjata api jenis FN dari mobil dan menembak korban hingga mengenai bagian perut dan paha. Korban OB tewas di tempat dan rekannya DW mengalami luka tembak di perut yang kini menjalani perawatan intensif di RSUD Banyuasin.
Dari penyelidikan, polisi meringkus tiga pelaku tanpa perlawanan di rumah masing-masing beberapa jam kemudian. Ketiganya adalah HS (31), IG (35), dan DSP (23). Ketiganya tinggal di Desa Regan Agung, Kecamatan Banyuasin III.
"Tiga tersangka penembakan dan pengeroyokan ditangkap tadi malam atau beberapa jam setelah kejadian," ungkap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Rabu (22/10).
Nandang menyebut penembakan dilatarbelakangi salah paham saat mengisi BBM. Namun korban bukan yang bersengketa, melainkan hanya bermaksud melerai.
"Korban adalah teman yang jadi korban pengeroyokan, dia maksudnya menyelamatkan temannya," kata Nandang.
Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman mati. Barang bukti sita mobil Toyota Innova Reborn hitam nomor polisi BG 1719 E milik tersangka yang diketahui pelat palsu, senpi jenis FN.
"Untuk senjata api sedang kami lakukan uji balistik untuk memastikan penggunaannya," kata Nandang.