Kesedihan dan Duka Mendalam Luhut Binsar Ditinggal Wafat Dua Sosok Terdekat Sekaligus 'Hidup Sesingkat Napas'
Luhut Binsar Pandjaitan berduka usai kehilangan dua sosok terdekatnya.
Kabar duka dibagikan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, usai kehilangan dua sosok orang terdekatnya.
Melansir dari Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan, Luhut menghadiri upacara pemakaman adik bungsunya, Timbo Pandjaitan dan besannya Ito Tiobonur Silalahi.
"Dua hari lalu, secara berturut-turut kami sekeluarga kehilangan dua sosok yang terkasih. Timbo, adik bungsu saya, dan Ito Tiobonur Silalahi, besan kami. Keduanya kembali ke pangkuan Bapa di Surga dalam waktu yang amat berdekatan. Hal ini mengingatkan kami betapa misterius dan agungnya jalan hidup yang ditentukan Tuhan," tulis Luhut.
Menurut informasi, mendiang Timbo tutup usia pada Selasa (22/4) malam pukul 21.27 di RS Dustira pada usia 68 tahun.
Jenazahnya pun disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta dan dimakamkan pada Kamis (24/4) di San Diego Hills Memorial Park, Karawang.
Dua Sosok Terdekat Luhut
Lewat tulisannya, Luhut mengenang dua sosok orang terdekatnya yang kini tutup usia lebih dahulu. Ia juga mengenang kepergiannya besannya yang dianggap telah berhasil mendidik anak-anaknya menjadi prajurit TNI hebat.
"Ito Tiobonur Silalahi besan kami, yang selama ini menjadi sosok penopang bagi keluarganya, berpulang ke haribaan Tuhan YME sehari setelah Hari Raya Paskah. Wanita kuat, sederhana, dan penuh cinta ini telah berhasil membesarkan putra-putranya dengan nilai yang membuat mereka menjadi para prajurit TNI yang hebat," ucapnya.
Luhut tak menyangka jika sang adik juga ikut menyusul kepergian mendiang besan satu hari setelahnya.
"Sehari setelahnya, Timbo adik bungsu kami pergi menghadap Tuhan YME dalam usia 68 tahun. Timbo lahir ketika Bapak saya sedang menimba ilmu di Cornell University, Amerika Serikat. Karena itulah orang tua kami menamainya Timbo Cornell," sambungnya.
Luhut menceritakan perjalanan hidupnya bersama sang adik yang mana keduanya memiliki kedekatan satu sama lain.
"Saya dan Timbo memang jarang menghabiskan waktu bersama semasa muda dulu, maklum jarak usia kami terpaut lebih dari 10 tahun jauhnya. Tetapi yang saya tahu, dia adalah suami dan ayah yang bertanggung jawab. Ia mampu menyekolahkan anak semata wayangnya hingga meraih gelar Magister. Satu hal yang membuat saya amat bersedih hari ini, bahwa hidup memang sesingkat napas dan sehalus bisikan angin. Kadang yang datang paling akhir, menjadi yang lebih dulu meninggalkan kita," tulisnya lagi.
Tinggalkan Doa untuk Kedua Mendiang
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, ia menuliskan doa lewat unggahan tersebut dan harapan terbaik untuk keluargayang ditinggalkan.
"Seperti Firman Tuhan Yesus dalam Mazmur 116:15, “Berharga di mata Tuhan, kematian semua orang yang dikasihi-Nya.” Dan sebagai orang Batak, kami memahami bahwa duka bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan menuju keabadian. Sude do na molo gabe, gabe ma hita; sude do na molo mate, mardomu ma hita," tulis Luhut.
Secara khusus, ia juga berterimakasih kepada semua pihak yang berkenan hadir di upacara penghormatan kepada mendiang sebelum dimakamkan.
"Beribu terima kasih kami sampaikan atas keikhlasan doa dan dukacita dari seluruh kerabat dan teman-teman yang berkenan hadir dan juga yang mendoakan dari jauh."
"Sungguh semua itu sangat berarti bagi kami dalam melepas kepergian dua sosok terkasih dalam keluarga ini dengan hati yang penuh cinta dan ketulusan. Sebab waktu tak pernah bisa kita kendalikan, tetapi harapan selalu bisa kita doakan,"pungkasnya.
Wapres Gibran Hadir di Upacara Pemakaman
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menghadiri prosesi penghormatan dan pelepasan terakhir mendiang Timbo C. Panjaitan di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (24/4) pagi.
Gibran bersama rombongannya tiba sekitar pukul 08.10 WIB dan langsung disambut Luhut Binsar Pandjaitan beserta keluarga besarnya.
Usai melayat di RSPAD, Wapres juga melanjutkan kunjungan belasungkawa ke lokasi pemakaman yang sama, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Tiobonur Silalahi, ibunda Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.