Kenali 3 Jenis Ruam karena Alergi, Begini Ciri dan Cara Mengatasinya
Terdapat tiga jenis ruam yang sering muncul akibat reaksi alergi. Apa saja jenis-jenis tersebut?
Reaksi alergi tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan pada tubuh, tetapi juga dapat muncul di kulit sebagai ruam. Ruam akibat alergi seringkali disertai rasa gatal, nyeri, dan dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan infeksi jika tidak ditangani dengan benar. Menurut laman Health, terdapat tiga jenis ruam yang umum muncul akibat reaksi alergi, yaitu dermatitis atopik, dermatitis kontak alergi, dan urtikaria, yang lebih dikenal sebagai biduran. Setiap jenis ruam alergi ini memiliki ciri khas dan metode penanganan yang berbeda-beda.
1. Dermatitis Atopik (Eksim):
Kondisi ini sering dialami oleh anak-anak, namun bisa juga terjadi pada orang dewasa. Dermatitis atopik merupakan bentuk eksim kronis yang biasanya menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa pun tidak luput dari risiko ini. Kondisi ini mengakibatkan kulit terasa sangat gatal, kering, dan meradang. Menurut data, sekitar 20% anak-anak mengalami dermatitis atopik, sedangkan angka untuk orang dewasa berkisar antara 1% hingga 3%. Gejala yang muncul dapat bervariasi, antara lain:
- Kulit kering dan kasar
- Lepuh yang mengeluarkan cairan dan berkerak
- Kemerahan dan peradangan
- Kulit menebal akibat garukan berulang
- Kulit benjol-benjol di bagian belakang lengan atau paha
- Pendarahan dari telinga pada kasus tertentu
Lokasi ruam dapat bervariasi tergantung pada usia individu. Anak-anak biasanya mengalami ruam di area wajah, tangan, kaki, dan kulit kepala. Sementara itu, remaja dan orang dewasa cenderung mengalami ruam di bagian kelopak mata, tangan, lutut, alat kelamin, dan siku.
Dermatitis Kontak Alergi
2. Dermatitis Kontak Alergi: Ruam Setelah Terpapar Alergen Tertentu Dermatitis kontak alergi terjadi akibat interaksi langsung dengan zat yang dapat memicu reaksi alergi (alergen). Gejala tidak selalu muncul secara instan; sering kali, tanda-tanda baru terlihat setelah 1 hingga 2 hari pascapaparan. Beberapa ciri yang umum dijumpai adalah:
- Kulit berwarna merah dengan benjolan atau garis-garis
- Rasa gatal yang sangat mengganggu dan sensasi terbakar
- Kulit menjadi kasar, bersisik, bahkan mengalami penebalan
- Lepuh yang bisa pecah dan berkerak
- Kulit terasa hangat atau nyeri
Berbagai alergen yang sering menjadi pemicu meliputi:
- Logam seperti nikel
- Pewarna rambut serta cat kuku
- Lateks, karet, dan bahan perekat
- Pewangi sintetis
- Pengawet serta antibiotik yang digunakan secara topikal
- Kain dan deterjen
Namun, terdapat juga dermatitis kontak yang dapat ditularkan melalui udara, terutama dari resin tanaman seperti bunga matahari, ragweed, dan goldenrod.
Urtikaria
3. Biduran (Urtikaria): Muncul Secara Tiba-tiba dan Dapat Menyebar
Biduran merupakan ruam yang ditandai dengan benjolan merah, menonjol, dan gatal yang muncul secara mendadak sebagai reaksi terhadap alergen. Benjolan ini dapat membesar, menyebar, dan membentuk ruam yang lebih luas. Umumnya, biduran akan menghilang dalam beberapa jam hingga beberapa hari, terutama jika penyebabnya sudah dihindari.
Beberapa pemicu biduran meliputi:
- Jenis makanan tertentu, seperti kacang, telur, atau makanan laut
- Obat-obatan tertentu
- Gigitan serangga
- Serbuk sari atau bulu dari hewan
- Stres emosional serta keringat, terutama pada kasus yang bersifat kronis
Biduran biasanya bersifat akut, tetapi jika berlangsung lebih dari enam minggu, kondisi ini dapat dikategorikan sebagai urtikaria kronis.
Cara Mengatasi Ruam Akibat Alergi
Untuk mencegah terjadinya ruam alergi, langkah utama yang harus dilakukan adalah menghindari kontak dengan alergen. Namun, jika ruam sudah muncul, terdapat beberapa cara pengobatan yang dapat membantu meredakannya:
- Pelembap topikal: Berfungsi untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah kulit menjadi kering, khususnya pada kondisi dermatitis atopik.
- Steroid (baik topikal maupun oral): Digunakan untuk meredakan peradangan yang parah pada kulit.
- Kompres dingin: Membantu menenangkan kulit yang mengalami peradangan atau rasa gatal.
- Lotion kalamin atau mandi oatmeal: Dapat memberikan rasa nyaman pada ruam yang disebabkan oleh dermatitis kontak.
- Antihistamin oral: Sangat efektif dalam mengurangi rasa gatal yang disebabkan oleh biduran atau dermatitis atopik.
Dalam kasus biduran yang parah, dokter mungkin akan meresepkan obat sistemik seperti omalizumab (Xolair) atau dapson. Dengan pengobatan yang tepat, gejala dapat dikelola dengan lebih baik.
Kapan Sebaiknya Periksa ke Dokter
Kebanyakan ruam akibat alergi dapat sembuh dengan sendirinya setelah alergen dihindari. Namun, penting untuk segera menghubungi tenaga medis jika Anda mengalami gejala-gejala tertentu, seperti:
- Ruam yang cepat menyebar ke seluruh tubuh
- Ruam yang muncul di area sensitif seperti mata, mulut, atau organ genital
- Ruam yang disertai dengan demam, nyeri yang hebat, atau adanya luka terbuka
- Ruam yang tidak menunjukkan perbaikan meskipun telah diobati dengan antihistamin atau steroid
- Adanya tanda-tanda infeksi, seperti nanah, pembengkakan pada kulit, serta kulit yang hangat dan memerah
Reaksi alergi yang parah, seperti kesulitan bernapas atau pembengkakan di wajah, memerlukan penanganan medis yang segera. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, jangan ragu untuk mencari bantuan medis secepatnya.
Faktor Lain yang Dapat Menyebabkan Ruam Kulit
Alergen sering kali menjadi penyebab utama munculnya ruam kulit, namun dalam beberapa kasus, penyakit atau infeksi yang mendasarinya juga dapat berkontribusi. Beberapa individu mengalami ruam kulit sebagai reaksi terhadap obat-obatan tertentu atau akibat gigitan serta sengatan serangga. Selain itu, terdapat beberapa penyebab lain yang dapat memicu timbulnya ruam kulit, antara lain:
Penyakit pada masa kanak-kanak:
Beberapa penyakit seperti cacar air, penyakit tangan-makan-mulut, campak, dan demam berdarah termasuk dalam kategori ini.
Impetigo: Ini adalah infeksi bakteri yang mengakibatkan luka merah, melepuh, mengeluarkan cairan, dan berkerak, dan biasanya lebih umum terjadi pada anak-anak.
Penyakit Kawasaki: Penyakit yang tergolong langka ini menyebabkan peradangan pada pembuluh darah, biasanya menyerang anak-anak.
Lupus: Merupakan gangguan autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat di kulit, ginjal, sendi, dan bagian tubuh lainnya.
Psoriasis: Kondisi ini ditandai dengan bercak-bercak merah tebal pada kulit yang disertai sisik keperakan.
Artritis reumatoid (RA): Jenis artritis ini menyebabkan peradangan pada sendi serta jaringan di sekitarnya.
Herpes zoster: Ini adalah ruam menyakitkan yang disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV), yang juga menjadi penyebab cacar air dan dapat berdiam dalam sel saraf setelah infeksi awal.
Infeksi sistemik: Ini mengacu pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri, jamur, atau virus yang memengaruhi seluruh tubuh.