Penyebab Jerawat Sering Muncul di Dahi, Pipi, dan Dagu serta Cara Mengatasinya
Posisi jerawat yang muncul dapat memberikan indikasi mengenai kondisi kesehatan yang terjadi di dalam tubuh Anda.
Jika diperhatikan, jerawat sering kali muncul berulang di area yang sama, seperti pipi, dagu, rahang, dahi, atau zona T. Menariknya, lokasi munculnya jerawat tersebut bukan hanya kebetulan, tetapi bisa menjadi sinyal adanya kondisi tertentu di dalam tubuh.Misalnya, jerawat yang muncul di area dagu sering dikaitkan dengan perubahan atau ketidakseimbangan hormon, terutama menjelang masa menstruasi.
Sementara itu, jerawat di dahi atau zona T bisa menunjukkan adanya faktor stres, pola makan tidak seimbang, atau gangguan pada sistem pencernaan.Memahami arti jerawat berdasarkan lokasi kemunculannya dapat membantu kita mengenali penyebab utama dan menentukan perawatan kulit yang lebih tepat.
Menurut dokter spesialis kulit Amanda Doyle, MD, anatomi wajah kita bisa menentukan jenis kulit di area tertentu. Kulit di sekitar kelopak mata memiliki ketebalan yang sepuluh kali lebih tipis dibandingkan dengan bagian kulit lainnya. Oleh karena itu, pemetaan wajah menjadi sangat penting dalam perawatan kulit, seperti yang diungkapkan dalam laman Health.
Setiap lokasi kemunculan jerawat dapat mengindikasikan jenis jerawat yang mungkin Anda alami, seperti jerawat hormonal atau jenis lainnya. Salah satu lokasi yang sering menjadi tempat munculnya jerawat adalah dahi.
Kebersihan rambut yang kurang baik dapat menjadi penyebab jerawat di dahi, karena minyak dari rambut dapat berpindah ke dahi dan memicu timbulnya jerawat. Selain itu, penggunaan produk tertentu, fluktuasi hormon, dan stres juga dapat berkontribusi pada munculnya jerawat di area ini.
Untuk mencegah jerawat di dahi, penting untuk menghentikan penggunaan produk perawatan rambut yang dapat menyebabkan jerawat. Menjaga kebersihan secara rutin juga dapat membantu mengatasi masalah komedo hitam, jerawat, dan komedo putih di dahi.
Jerawat Muncul di Dagu
Dagu Hormon sering kali menjadi faktor utama munculnya jerawat di area dagu dan rahang. Menurut Doyle, kelebihan hormon androgen dapat merangsang kelenjar sebasea, yang pada gilirannya meningkatkan produksi minyak dan menyumbat pori-pori.
Perempuan seringkali menyadari peningkatan jumlah jerawat menjelang menstruasi akibat fluktuasi hormon. Sebuah studi pada tahun 2017 menunjukkan bahwa hampir 85% peserta mengalami jerawat pada hari-hari sebelum menstruasi.
Tepi wajah Jerawat hormonal dapat muncul di sepanjang garis rambut, dekat telinga, atau di area pipi. Salah satu penyebab lain adalah penggunaan kosmetik. Untuk mencegah jerawat di area tersebut, disarankan untuk mengganti rutinitas tata rias dan perawatan kulit selama beberapa minggu.
Pilihlah produk yang non-komedogenik. Jika Anda bingung, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit untuk memeriksa kandungan produk favorit Anda, termasuk produk rambut, riasan, dan perawatan kulit agar dapat mengidentifikasi potensi iritasi. Kebersihan juga sangat penting dalam mencegah jerawat di tepi wajah, jadi pastikan untuk mengenakan topi atau ikat kepala yang bersih serta mencuci kuas makeup secara teratur.
Pipi Munculnya jerawat di pipi bisa menjadi indikasi tingginya asupan gula. Mengurangi konsumsi gula dan memilih makanan yang tidak cepat menaikkan kadar gula darah dapat membantu mengurangi jerawat. Selain itu, menjauhkan ponsel dari wajah juga penting untuk mencegah jerawat di pipi.
Pastikan untuk membersihkan ponsel secara rutin dengan tisu disinfektan agar kuman tidak berpindah ke kulit Anda. "Ponsel kita terkenal membawa kuman, dan layarnya mengumpulkan minyak serta riasan karena menempel di wajah kita," ujar Doyle.
T Zone Area zona T, yang mencakup dagu, dahi, dan hidung, umumnya lebih berminyak dibandingkan bagian wajah lainnya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah kelenjar sebasea di zona T. Akibatnya, komedo hitam dan komedo putih lebih mungkin muncul di area ini.
Penggunaan produk makeup tertentu juga dapat menyebabkan jerawat di zona T. "Banyak pasien yang saya lihat mengalami pori-pori tersumbat akibat penggunaan riasan yang tidak non-komedogenik, yang berarti riasan tersebut menyumbat pori-pori," kata Doyle.
Langkah-Langkah Mengatasi Jerawat
Perawatan jerawat dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk menggunakan pembersih, terapi laser, pengobatan alami, dan obat resep dari dokter. Setiap metode perawatan tersebut memerlukan waktu untuk menunjukkan hasil yang optimal.
Jika Anda tidak melihat perbaikan pada kulit setelah menjalani perawatan dasar, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit. Berikut ini adalah beberapa pilihan efektif untuk merawat kulit yang berjerawat:
- PembersihanPastikan untuk membersihkan wajah setidaknya dua kali sehari dengan pembersih yang lembut. Selain itu, sangat penting untuk membersihkan wajah setelah berolahraga atau saat berkeringat banyak, sehingga dapat menghilangkan bakteri dan keringat yang menempel. Anda bisa mencoba pembersih yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat untuk membantu mengatasi jerawat. Benzoil peroksida efektif dalam membasmi bakteri di kulit dan mengurangi produksi minyak, sedangkan asam salisilat berfungsi untuk menargetkan komedo hitam dan putih.
- Laser CahayaDokter kulit mungkin merekomendasikan terapi laser cahaya sebagai solusi untuk mengatasi jerawat. Penelitian menunjukkan bahwa Sistem Laser AviClear dan terapi fotodinamik (PDT) memberikan hasil yang memuaskan, dengan lebih dari 70% pasien mengalami perbaikan. Meskipun laser cahaya dapat menjadi solusi jangka panjang, Anda mungkin perlu menjalani perawatan lanjutan. Diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan mengenai potensi manfaat, risiko, dan efek samping, seperti melepuh, nyeri, pembengkakan, atau kemungkinan terjadinya jaringan parut.
Pengobatan Dokter Spesialis
3. Pengobatan oleh Dokter Spesialis Kulit Konsultasikan kepada dokter spesialis kulit mengenai penggunaan obat oral atau topikal untuk mengatasi jerawat dengan tingkat keparahan sedang hingga berat. Obat oral yang umum digunakan antara lain antibiotik, pil kontrasepsi, spironolakton, dan isotretinoin, yang merupakan turunan dari vitamin A dan dapat membantu menurunkan produksi minyak pada kulit.
Sementara itu, perawatan topikal mencakup retinoid topikal, asam salisilat, benzoil peroksida, dan berbagai antibiotik topikal lainnya. Namun, perlu diingat bahwa beberapa pil kontrasepsi dan kortikosteroid justru dapat memperburuk kondisi jerawat. Oleh karena itu, penting untuk mendiskusikan kemungkinan efek samping dengan penyedia layanan kesehatan Anda serta menentukan pilihan yang paling sesuai untuk wajah Anda.
"Retinoid topikal juga dapat membantu, karena berfungsi mengeluarkan sebum dari pori-pori jika digunakan dengan tepat," ujar Doyle. "Banyak produk, bahkan beberapa produk yang dijual bebas, tidak aman untuk digunakan selama kehamilan atau menyusui, jadi memiliki seseorang yang dapat memandu Anda melalui proses tersebut dapat sangat membantu," tambahnya.
Obat topikal tersedia dalam berbagai bentuk, seperti krim, gel, dan losion. Namun, perlu diingat bahwa obat-obatan ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit, sehingga penting untuk mengikuti petunjuk penggunaan dari dokter spesialis kulit.
Berikut adalah beberapa saran yang dapat membantu Anda mencegah serta mengurangi munculnya jerawat. Pertama, hindarilah mencoba berbagai perawatan sekaligus. Anda mungkin perlu memberikan waktu beberapa minggu untuk melihat perubahan pada kondisi kulit Anda.
Kedua, usahakan untuk tidak menyentuh wajah. Memencet jerawat hanya akan memperburuk kondisi kulit dan bisa menyebabkan bekas luka. Akibatnya, Anda mungkin mengalami hiperpigmentasi, yaitu munculnya bintik hitam setelah jerawat yang dipencet sembuh.
Selanjutnya, jaga kesehatan kulit Anda dengan melindungi diri dari sinar matahari. Sinar ultraviolet (UV) yang berasal dari matahari dapat memperburuk jerawat. Pastikan Anda selalu menggunakan tabir surya berspektrum luas dan tahan air dengan SPF minimal 30 sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Terakhir, jangan lupa untuk keramas secara teratur, terutama jika rambut Anda cenderung berminyak. Kebersihan rambut dapat berdampak pada kesehatan kulit wajah Anda.