Jarang Tersorot, ini Masjid Pertama & Tertua di Inggris
Berikut potret Masjid pertama dan tertua di Inggris yang jarang diketahui banyak orang.
Mempelajari sejarah tentu menjadi kesenangan tersendiri. Apalagi sejarah peradaban hingga perkembangan kehidupan. Salah satunya seperti sejarah masjid satu ini.
Bagaimana tidak, masjid ini dikatakan merupakan masjid pertama dan tertua di Inggris. Menariknya, sebagaimana diketahui Inggris bukanlah negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam.
Lantas bagaimana potret masjid pertama dan tertua di Inggris yang jarang diketahui banyak orang? Bagaimana pula sejarah berdirinya masjid ini?
Melansir dari akun TikTok songtriwil, Senin (14/7), simak ulasan informasinya berikut ini.
Masjid Pertama dan Tertua di Inggris
Pria bernama Raihan membagikan momen saat dirinya berkunjung ke sebuah Masjid. Berbeda dari umumnya, ini diketahui merupakan Masjid pertama dan tertua di Inggris. Masjid yang berada di Liverpool ini bernama Masjid Abdullah Quilliam.
Sesuai namanya, Masjid ini dibangun oleh seorang pengacara asal Inggris bernama Abdullah Quilliam. Namun, ada kisah tersendiri dari dibangunnya Masjid ini.
"Masjid ini didirikan tahun 1887 oleh seorang pengacara asal Inggris yang bernama William Quilliam. Dia masuk Islam setelah pulang dari Maroko lalu mengganti namanya menjadi Abdullah Quilliam. Serta mengubah kantor firma hukumnya menjadi sebuah Masjid," jelas Raihan.
"Beliau tidak cuma bikin Masjid, tapi juga juga Madrasah, perpustakaan dan majalah Islam yang dikirim sampai ke negara-negara Muslim," lanjutnya.
Sempat Hilang dari Sejarah
Meski begitu, masjid ini dikatakan sempat hilang dari sejarah. Kejadian tersebut terjadi setelah Quilliam diasingkan karena pandangannya yang anti imperialisme dan pro-kekhalifahan.
Bukan hanya itu, bangunan ini juga sempat berubah fungsi. Bahkan dijelaskan sempat menjadi kantor pelayanan kesehatan.
"Bayangin saja masjid pertama di Inggris nyaris dilupakan begitu saja. Tapi untungnya sekarang bangunan ini sudah direstorasi dan bisa dikunjungi lagi," ujar Raihan.
"Ada komunitas yang namanya Abdullah Quilliam Society yang merawat warisan sejarah ini," tambahnya.
"Masjid ini bukan cuma bangunan, tapi juga simbol awal toleransi dan spiritualitas Islam di tanah Barat," tutupnya.
Sosok William Quilliam
William Henry Quilliam merupakan seorang putra asli Liverpool yang berprofesi sebagai pengacara. Ia memutuskan untuk memeluk agama Islam pada tahun 1887 atau saat usianya 37 tahun. Keputusan itu diambil setelah Ia melakukan kunjungan ke Maroko.
Setelah pindah keyakinan, Quilliam juga mengganti namanya. Ia mengambil nama Abdullah, sehingga kini namanya menjadi Abdullah Quilliam. Kisah perpindahan keyakinan Quilliam ini dapat ditemukan dalam Pidato Kairo yang disampaikannya pada tahun 1928.
"Saya membaca Al-Qur'an terjemahan dan kitab Hero karya Carlyle, serta banyak buku lainnya. Ketika saya meninggalkan Tangier, saya taat kepada Islam dan berserah diri pada kekuasaannya serta mengakui bahwa Islam adalah agama yang benar," ujar Quilliam seperti dilansir dari laman abdullahquilliam.org.
Selain itu, Ia juga mengklaim bahwa dirinya adalah orang asli Inggris pertama yang memeluk Islam. Siapa sangka, perpindahan ini juga menghasilkan kisah yang luar biasa mengenai pertumbuhan Islam di Inggris pada era Victoria.
Sejarah ini kini mulai terungkap dan memiliki pelajaran penting bagi umat Islam di Inggris dan di seluruh dunia.