Advertisement
Salah satu bukti perkembangan Islam di Spanyol adalah berdirinya sebuah masjid di Kota Cordoba yang akrab disebut Mezquita atau Masjid Raya Cordoba.
Meski sudah beralihfungsi menjadi Gereja Katedral, Masjid Cordoba dahulu merupakan masjid terluas dan termegah di Spanyol.
Seperti apa potret Masjid Cordoba? Melansir dari TikTok @amritsaraje, Rabu (10/1) berikut informasi selengkapnya.
Advertisement
Advertisement
Masjid Cordoba merupakan bangunan legendaris yang berdiri di tanah Andalusia, Spanyol.
Advertisement
Masjid ini mengalami banyak perubahan struktur hingga interior bangunan.
Pada akhir abad ke-10 masjid ini diperluas dan diberi tambahan seperti minaret (selesai pada 958) oleh Abdurrahman III dan anaknya, Al-Hakam II, menambahkan mihrab dan maksurah baru (selesai pada 971).
Struktur masjid ini dianggap bersejarah bagi arsitektur Islam dan dianggap sangat berpengaruh pada arsitektur "Moor" di wilayah Mediterania barat dari dunia Islam.
Advertisement
Advertisement
Pada awalnya bangunan ini merupakan sebuah gereja Kristen yang didedikasikan untuk Santo Vinsensius dari Zaragoza.
Gereja ini juga digunakan bersama oleh masyarakat Kristen dan Muslim untuk beribadah setelah penaklukan Hispania oleh Umayyah.
Berkembangnya komunitas Muslim dan ruang yang ada menjadi terlalu kecil untuk ibadah salat, basilika diperluas sedikit demi sedikit.
Advertisement
Pengaturan berbagi situs ini akhirnya dibuat oleh Abdurrahman Ad-Dakhil hingga tahun 785, dengan membeli bagian Kristen untuk dihancurkan seperti struktur gereja dan membangun Masjid Agung Kordoba di situs tersebut.
Sebagai imbalannya, Abdurrahman ad-Dakhil juga mengizinkan orang-orang Kristen untuk membangun kembali gereja-gereja lain yang hancur, termasuk gereja-gereja yang didedikasikan untuk para martir Kristen yang sangat mereka hormati.
Advertisement
Masjid ini akhirnya jatuh ke tangan pasukan Kristen Kastila pada tahun 1236 usai Cordoba direbut pada periode Reconquista.
Meski beralih menjadi gereja, struktur tersebut hanya mengalami sedikit modifikasi hingga sebuah proyek besar bangunan dibangun pada abad ke-16.
Dibuatlah bagian panti umat dan transept katedral Renaisans baru ke tengah bangunan.
Bekas minaret juga telah diubah menjadi menara lonceng, dan direnovasi secara signifikan pada sekitar waktu ini.
Dimulai pada abad ke-19, restorasi modern dilaksanakan dan mengarah pada pemulihan dan studi beberapa elemen bangunan pada era Islam.
Saat ini, bangunan tersebut terus berfungsi sebagai katedral kota dan Misa dirayakan di dalamnya setiap hari.
Sekarang bangunan ini juga digunakan sebagai salah satu monumen bersejarah dan tempat wisata utama Spanyol serta Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1984.
Pengunjung dikenakan biaya masuk 13 Euro atau sekitar Rp220 ribu.
Advertisement
Meski sudah menjadi gereja, terdapat sebuah masjid yang dibuat di belakang gereja dan bisa dipakai ibadah oleh umat Muslim.
@amritsaraje masih banyak yang belum tau, padahal bisa banget nih dimasukin ke bucket list kamu tahun depan! #cordoba #andalusia #masjid ♬ original sound - Amritsa Raje