Trivia Sejarah: Masjid Sa'ad bin Abi Waqqash, Jejak Paman Nabi Muhammad SAW di Guangzhou

Di tengah hiruk pikuk Guangzhou, Masjid Sa'ad bin Abi Waqqash menyimpan kisah paman Nabi Muhammad SAW yang membawa Islam ke China, sebuah oase sejarah yang memukau.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia Sejarah: Masjid Sa'ad bin Abi Waqqash, Jejak Paman Nabi Muhammad SAW di Guangzhou
Di tengah hiruk pikuk Guangzhou, Masjid Sa'ad bin Abi Waqqash menyimpan kisah paman Nabi Muhammad SAW yang membawa Islam ke China, sebuah oase sejarah yang memukau. (AntaraNews)

Udara di dalam ruangan khusus Masjid Sa'ad bin Abi Waqqash di Guangzhou, China, terasa begitu berbeda, menawarkan ketenangan di tengah hiruk pikuk kota. Bangunan bersejarah ini, dengan arsitektur khas Dinasti Tang, menjadi saksi bisu perjalanan panjang Islam di Negeri Tirai Bambu. Di sinilah, makam Sa'ad bin Abi Waqqash, seorang sahabat dan paman Nabi Muhammad SAW, menjadi tujuan ziarah spiritual bagi banyak umat.

Setiap hari, peziarah dari berbagai negara datang untuk berdoa dan mengenang jasa beliau dalam menyebarkan ajaran Islam. Mereka duduk bersila di karpet yang tersedia, melafalkan doa-doa dengan khusyuk, menghormati sosok yang telah menjembatani peradaban. Kehadiran Masjid Sa'ad bin Abi Waqqash adalah pengingat akan sejarah panjang dan kontribusi besar Islam di tanah China.

Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat sejarah dan budaya Islam yang penting. Dibangun setelah kunjungan Sa'ad bin Abi Waqqash pada tahun 651 Masehi, masjid ini merupakan masjid pertama di Guangzhou. Izin dakwah kala itu diberikan langsung oleh Kaisar Dinasti Tang, menandai awal mula penyebaran Islam di wilayah tersebut.

Sejarah dan Peran Sa'ad bin Abi Waqqash di China

Sa'ad bin Abi Waqqash dikenal sebagai sosok sentral dalam memperkenalkan Islam di China. Beliau adalah salah satu dari sepuluh sahabat Nabi Muhammad SAW yang dijamin masuk surga, serta paman dari Rasulullah sendiri. Kunjungan pertamanya ke China pada tahun 651 Masehi menjadi tonggak sejarah penting bagi komunitas Muslim di sana.

Wakil Ketua Asosiasi Islam China, Wang Wenjie, menjelaskan bahwa Abi Waqqash disambut baik oleh Kaisar Dinasti Tang. Wang Wenjie menyatakan, "Abi Waqqas bertemu dengan Kaisar dari Dinasti Tang untuk mempromosikan budaya Islam di China. Kaisar Dinasti Tang memberikan izin ke Abi Waqqas untuk mengenalkan praktik Islam di sini. Kemudian ia mendirikan masjid yang pertama di Guangzhou."

Setelah kembali ke Arab dan kemudian kembali lagi ke China, Sa'ad bin Abi Waqqash melanjutkan dakwahnya ke wilayah selatan China. Perannya sangat signifikan dalam memantapkan Islam di Negeri Tirai Bambu, sehingga beliau dihormati sebagai pionir yang tak tergantikan. Asosiasi Islam China terus mempromosikan nilai-nilai Islam dengan tetap melestarikan budaya lokal, "Jadi budaya China dengan karakter agama Islam," tambah Wenjie.

Keunikan Arsitektur dan Kompleks Masjid Sa'ad bin Abi Waqqash

Kompleks Masjid Sa'ad bin Abi Waqqash, atau Xian Xiamn Qingzhensi dalam bahasa Mandarin, terletak di kawasan yang asri dengan pepohonan rindang dan taman-taman kecil. Arsitektur masjid memadukan gaya China kuno dengan sentuhan Islam, menciptakan suasana yang unik dan menenangkan. Tembok tua kokoh berukir khas Dinasti Tang menyaring panasnya kota Guangzhou.

Di dalam kompleks, terdapat makam Sa'ad bin Abi Waqqash dengan nisan granit, dikelilingi karpet untuk peziarah berdoa. Selain makam utama, ada juga makam 40 Muslim Arab dan beberapa Muslim Tionghoa, tersebar di antara pepohonan hijau. Gerbang-gerbang kuno seperti "Gerbang Peringatan Jalan Makam Orang Suci" dari era Dinasti Yuan dan "Gerbang Peringatan Gao Feng Yang Zhi" dari tahun 1723 menambah nilai sejarah kompleks Masjid Sa'ad bin Abi Waqqash ini.

Keberadaan gerbang bersejarah seperti "Gerbang Kehormatan Bakti" yang dibangun pada tahun 1910 menunjukkan penghormatan terhadap kesetiaan Muslim kepada negara. Tidak jauh dari gerbang kuno, terdapat paviliun tiga martir Muslim yang gugur saat Dinasti Qing mengepung Guangzhou, di mana Imam Ma'a menyebutkan bahwa "tiga jenderal Muslim Hui memimpin pasukan mereka dan bertempur dengan gagah berani sampai mati, tanpa sedikit pun menunjukkan tanda menyerah." Sumur bersejarah dari zaman Dinasti Tang dengan air jernih juga menjadi bagian integral dari kompleks ini, menunjukkan kekayaan sejarah yang terkandung di dalamnya.

Oase Spiritual di Tengah Modernitas Guangzhou

Masjid Sa'ad bin Abi Waqqash menjadi oase spiritual yang penting di tengah gemerlap dan hiruk pikuk Kota Guangzhou yang modern. Bagi banyak peziarah, tempat ini menawarkan ketenangan dan kesempatan untuk merenung, jauh dari kesibukan perkotaan. Lantunan doa lirih dari berbagai bangsa mengisi kesunyian ruangan, menciptakan atmosfer yang mendalam.

Masjid ini bukan sekadar bangunan tua yang dilestarikan, melainkan juga menjadi titik temu bagi umat Muslim dari berbagai penjuru dunia. Keberadaannya menegaskan bahwa sebuah kota tidak hanya dinilai dari kemajuan ekonominya, tetapi juga dari kemampuannya merawat warisan sejarah dan identitas budaya. Ini adalah simbol harmoni dan ketahanan di tengah perkembangan pesat.

Asosiasi Islam di China terus mendapatkan dukungan pemerintah untuk mempromosikan peradaban Islam yang sehat, memadukan budaya China dengan ajaran Islam. Wang Wenjie juga menambahkan, "Saya percaya untuk terus menukarkan ide dengan talenta dari anak-anak muda untuk memajukan Islam di China." Masjid Sa'ad bin Abi Waqqash menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai spiritual dapat beriringan dengan modernitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi