Israel Makin Menggila di Jenin Tepi Barat, ini Video Gedung-Gedung Dibombardir Seperti di Gaza
Berikut video Israel menggila di Jenin Tepi Barat bombardir gedung-gedung bak di Gaza.
Di tengah gencatan senjata berlangsung di Jalur Gaza, Israel justru melancarkan serangan ke Tepi Barat, Palestina.
Kian hari, militer Israel semakin menggila meluncurkan serangan demi serangan ke Tepi Barat.
Serangan-serangan ini bahkan telah berlangsung selama dua minggu terakhir pasca gencatan senjata di Gaza disepakati. Jenin, Tepi Barat, pun kini telah menjadi titik fokus serangan tentara Israel.
Baru-baru ini terlihat tentara Israel membombardir gedung-gedung di Jenin Tepi Barat. Serangan yang terekam dan beredar luas di media sosial ini tampak seperti saat Israel membombardir gedung-gedung di Gaza.
Melansir dari berbagai sumber, Senin (3/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
Video Gedung-Gedung di Jenin Dibombardir seperti di Gaza
Sebuah video yang memperlihatkan serangan tentara Israel di Jenin Tepi Barat, menjadi sorotan publik dunia. Bagaimana tidak, serangan tersebut diluncurkan secara terus menerus ke gedung-gedung yang merupakan pemukiman warga Palestina.
Mirisnya, serangan mematikan yang disebut oleh Israel sebagai kampanye 'Tembok Besi' ini diluncurkan hanya beberapa hari setelah gencatan senjata disepakati di Gaza.
Dalam video yang diunggah oleh akun X @qudsn, terlihat suasana yang pada awalnya tenang dan damai tiba-tiba berubah menjadi mengerikan. Video yang diambil dari jarak jauh ini memperlihatkan gedung-gedung di Jenin Tepi Barat tiba-tiba mengalami ledakan dahsyat.
Tidak hanya satu gedung, ledakan terjadi secara bersaman di sejumlah area yang berdekatan. Rupanya hal itu lantaran militer Israel tengah membombardir Jenin Tepi Barat.
Israel Makin Menggila di Jenin Tepi Barat
Melansir dari Al Jazeera, beberapa ledakan yang diluncurkan oleh militer Israel secara bersamaan ini terjadi di kamp pengungsi Jenin Tepi Barat. Tercatat, setidaknya ada 20 gedung di satu lingkungan perumahan hancur akibat serangan tersebut.
Kamp pengungsi di sana diperkirakan menjadi rumah bagi sekitar 14.000 orang. Di mana hampir seluruhnya merupakan orang keturunan Palestina yang kehilangan tanah dan rumah mereka ketika Israel didirikan pada tahun 1948.
Ini juga merupakan rumah bagi beberapa kelompok bersenjata, termasuk Jihad Islam Palestina. Kondisi di kamp sangat memprihatinkan. Menurut UNRWA, dari 10 kamp di Jenin Tepi Barat ini memiliki tingkat pengangguran dan kemiskinan tertinggi.
Ahmed Tobasi, warga Jenin, mengatakan bahwa tentara Israel telah menghancurkan rumah-rumah. Selain itu, militer Israel juga sudah menghancurkan jalan-jalan sejak dimulainya serangan militer skala besar hampir dua minggu lalu.
"Saat ini kami melihat sebagian besar rumah di kamp Jenin sudah tidak layak huni lagi," ujarnya.
Lagi-Lagi Militer Israel Berdalih Gedung yang Diledakkan Adalah Infrastruktur Teroris
Sementara itu, tentara Israel mengklaim dalam sebuah pernyataan bahwa bangunan yang mereka ledakkan itu digunakan sebagai infrastruktur teroris.
"Saya lahir di kamp Jenin, saya besar di kamp Jenin, saya telah tinggal seutuhnya di kamp Jenin dan saya tahu bahwa tentara Israel tidak memerlukan alasan apa pun untuk menghancurkan rumah kami dan menggusur kami. Ini adalah rencana yang sangat panjang dan lama dari tentara Israel, terutama untuk kamp-kamp tersebut, karena mereka ingin membunuh dan membuat kasus Palestina mati," ujar Tobasi menanggapi pernyataan militer Israel.
"Jadi ini bukan tentang terorisme, ini adalah tempat tinggal biasa, orang-orang yang tinggal dan ketika Anda berbicara tentang satu rumah, yang sebenarnya bukanlah satu keluarga yang tinggal di sana. Di kamp Jenin, Anda menemukan satu rumah dengan tiga hingga empat keluarga," lanjutnya.
Rupanya serangan Israel terhadap Jenin Tepi Barat ini bukanlah hal baru. Dari serangan yang terjadi saat ini hingga kekerasan Intifada kedua pada tahun 2000-2005, Jenin jarang sekali berada jauh dari badai terburuk yang terus berkecamuk di Tepi Barat yang diduduki.
Hamas Kutuk Serangan Israel
Di tengah berlangsungnya gencatan senjata di Jalur Gaza, Hamas menyoroti serangan Israel terhadap Jenin Tepi Barat. Hamas telah merilis pernyataan tentang serangan militer Israel yang sedang berlangsung di Tepi Barat yang diduduki.
Dalam pernyataannya itu, Hamas mengutuk serangan Israel terhadap Jenin. Berikut isi ringkasan dari pernyataan Hamas:
- Kejahatan pendudukan [Israel] yang sedang berlangsung di Jenin, termasuk pembongkaran rumah, tidak akan mematahkan tekad rakyat Palestina.
- Sebaliknya, tindakan ini akan memperkuat tekad perlawanan untuk menghadapi pendudukan Israel.
- Kejahatan-kejahatan ini menuntut peningkatan upaya perlawanan untuk menentang tindakan kriminal penjajah [Israel].
- Rakyat kami tidak akan menyerah pada kekuatan penghancur dan sabotase. Agresi dan kehancuran yang dilakukan pendudukan hanya akan memicu perlawanan.
- Kami menyerukan kepada negara-negara Arab dan Islam, serta komunitas internasional, untuk memenuhi tanggung jawab sejarah mereka dan mengakhiri kejahatan pendudukan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Palestina telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka meminta pertanggungjawaban komunitas internasional atas diamnya mereka atas pemboman brutal terhadap rumah warga di Jenin dan Tulkarem, di Tepi Barat yang diduduki.
"Kami menyerukan komunitas internasional untuk segera melakukan intervensi guna menghentikan kejahatan pendudukan dan pemukim terhadap warga negara kami," katanya.
Jumlah Korban Sementara di Jenin
Melansir dari Al Jazeera, sebuah pesawat tak berawak Israel menghantam sekelompok orang di sebuah jalan di kota Jenin dalam serangan pertama. Menurut kantor berita Palestina Wafa dan pejabat setempat, seorang remaja bernama Ahmad al-Sadi yang berusia 16 tahun dan empat orang lainnya tewas akibat serangan udara tersebut. Sementara itu, dua orang lainnya mengalami luka-luka hingga kritis.
Menurut gubernur Jenin, Kamal Abu al-Rub, serangan kedua dan ketiga terjadi beberapa menit setelahnya di dua lokasi terpisah.
"Setelah serangan yang menewaskan anak tersebut [Sadi], serangan pesawat tak berawak Israel menghantam sebuah mobil di Qabatiya dan menewaskan dua pemuda. Beberapa menit kemudian, serangan drone lainnya di Jenin menewaskan dua pemuda yang mengendarai sepeda motor," ungkap al-Rub kepada kantor berita AFP.
Serangan Israel sedikitnya telah membunuh 20 warga Palestina di seluruh wilayah pendudukan, dan melukai puluhan lainnya sejak serangan mematikan beberapa hari setelah gencatan senjata di Gaza.
Sejak Oktober 2023, tentara dan pemukim Israel telah membunuh sedikitnya 880 warga Palestina dalam serangan di Tepi Barat yang diduduki.