Ini Perintah Prabowo ke Pimpinan TNI-Polri di Istana
Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan ratusan pimpinan TNI-Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2025).
Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan ratusan pimpinan TNI-Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2025). Prabowo meminta TNI-Polri unruk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pertahanan negara, dan kondisi geopolitik agar pembangunan nasional berjalan lancar.
"Tapi ini spesifik, ada yang spesifik buat Polri, TNI ya, untuk menjaga situasi kamtibmas, situasi geopolitik kita agar pembangunan kita bisa tetap berjalan dengan lancar. Saya kira itu yang paling utama," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal (Purn) Tito Karnavian usai mengikuti Rapim TNI-Polri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.
Selain itu, kata dia, Prabowo meminta TNI-Polri untuk memperkuat postur pertahanan. Di sisi lain, Prabowo mengingatkan TNI-Polri untuk menjadi tentara dan polisi rakyat.
TNI-Polri Harus Didukung Rakyat
Tito menyebut kekuatan bangsa Indonesia terletak pada tingkat kepercayaan masyarakat. Untuk itu, TNI-Polri harus didukung dan dicintai masyarakat.
"Jadi TNI dan Polri pun harus menjadi tentara rakyat, polisi pun harus menjadi polisi rakyat. Artinya TNI yang didukung oleh rakyat, dicintai oleh rakyat, dan Polri yang didukung dan dicintai oleh rakyat juga, pasti akan kuat," jelas Tito.
Prabowo Gelar Rapim TNI-Polri di Istana
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada para peserta Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026). Rapat ini diikuti oleh lebih dari 650 peserta, yang terdiri atas unsur TNI dan Polri serta para menteri.
Rapim tersebut merupakan konsolidasi dan penguatan sinergi antara TNI-Polri 2026 dalam menjaga stabilitas nasional serta mendukung agenda strategis pemerintah.
Selain itu, rapat ini mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam mempererat koordinasi lintas institusi.
Sejumlah pimpinan TNI-Polri yang hadir yakni, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.
Kemudian, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.
Sejumlah menteri kabinet Merah Putih turut mengikuti rapim antara lain, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BIN Muhammad Herindra, hingga Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.