Prabowo Perintahkan Pimpinan TNI-Polri Tak Ragu Beri Penghargaan ke Anggota

Khususnya, anggota TNI-Polri yang telah berdedikasi serta mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo Perintahkan Pimpinan TNI-Polri Tak Ragu Beri Penghargaan ke Anggota
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada para peserta Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri. (Biro Pers) (© 2026 Liputan6.com)

Presiden Prabowo Subianto meminta pimpinan TNI-Polri untuk tidak ragu-ragu memberikan penghargaan kepada anggotanya. Khususnya, anggota TNI-Polri yang telah berdedikasi serta mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara.

Hal ini disampaikan Prasetyo usai mengikuti taklimat Presiden Prabowo saat rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026). Rapat berlangsung sekitar 3 jam.

"Bapak Presiden memang secara khusus tadi juga menyampaikan bahwa meminta kepada pimpinan TNI maupun Polri untuk tidak ragu-ragu, kemudian juga tidak segan-segan untuk memberikan penghargaan kepada anggota TNI maupun anggota Polri yang telah menunjukkan darmabaktinya kepada bangsa dan negara, telah menunjukkan dedikasinya, telah menunjukkan pengabdiannya dalam berbagai bentuk penghargaan tersebut," jelas Prasetyo kepada wartawan, Senin.

Menurut dia, penghargaan tersebut dapat diberikan berupa kenaikan pangkat kepada anggota TNI-Polri yang telah mengabdi untuk negara. Selain itu, para pimpinan dapat memberikan kesempatan pendidikan yang lebih tinggi.

"Misalnya, dalam hal bentuk kenaikan pangkat ataupun kesempatan untuk mendapatkan kesempatan melaksanakan pendidikan yang lebih tinggi lagi," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Prabowo memberikan evaluasi kinerja TNI-Polri. Prabowo meminta TNI-Polri menjadi institusi yang kuat, bersatu, dan selalu mengutamakan kepentingan negara serta masyarakat.

"Evaluasi, tadi kan bagian dari evaluasi. Untuk menjadi TNI yang kuat, yang profesional, yang maju itu kan bagian juga dari bentuk evaluasinya untuk terus bersatu, mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, dan kepentingan masyarakat," tutur Prasetyo.

Di sisi lain, kata dia, Prabowo memberikan apresiasi kinerja TNI-Polri yang sudah bekerja di luar tupoksinya dan hadir membantu masyarakat. Salah satunya, membantu penanganan bencana dan pembangunan program pemerintah.

"Dalam hal penanganan bencana, TNI-Polri berada di garda yang paling depan. Kemudian, dalam hal pembangunan-pembangunan program pemerintah termasuk jembatan-jembatan di daerah-daerah terpencil, baik TNI maupun Polri juga bekerja keras ikut membangun sehingga bisa meringankan beban masyarakat," ujar Prasetyo.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada para peserta Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026). Rapat ini diikuti oleh lebih dari 650 peserta, yang terdiri atas unsur TNI dan Polri serta para menteri.

Rapim tersebut merupakan konsolidasi dan penguatan sinergi antara TNI-Polri 2026 dalam menjaga stabilitas nasional serta mendukung agenda strategis pemerintah.

Selain itu, rapat ini mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam mempererat koordinasi lintas institusi.

Sejumlah pimpinan TNI-Polri yang hadir yakni, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.

Kemudian, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.

Sejumlah menteri kabinet Merah Putih turut mengikuti rapim antara lain, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BIN Muhammad Herindra, hingga Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.

Rekomendasi