"Handphone Sakti" Letkol Teddy di Balik Lobi-Lobi Prabowo dan Trump AS Soal Tarif Impor RI Kena 19 Persen
Potret 'handphone sakti' milik Seskab Teddy yang sering dipakai menghubungi orang penting.
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru saja membuat kesepakatan mengenai aturan tarif impor setelah melakukan negosiasi melalui sambungan telepon pada Selasa, 15 Juli 2025 malam.
Dalam postingan di akun Instagram @sekretariat.kabinet, membagikan momen ketika Prabowo sedang berbincang dengan Trump ditemani Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
"Dalam percakapan yang sangat serius namun dalam suasana penuh kehangatan dan keakraban selama hampir 17 menit, kedua pemimpin membahas sejumlah isu, terutama mengenai kebijakan tarif Amerika Serikat," tulis keterangan unggahan.
Menariknya, Prabowo ternyata tidak menggunakan ponsel pribadinya saat menerima panggilan dari Presiden AS. Namun, dia justru menggunakan ponsel pribadi milik Seskab. Tak heran, jika ponsel Teddy itu sering dijuluki sebagai 'handphone sakti' oleh para pejabat.
Handphone Sakti Teddy
Presiden Prabowo disebut kerap menggunakan ponsel pribadi Teddy untuk menelepon atau menerima telepon dari sejumlah tokoh penting. Karena itulah ponsel pribadi Seskab kemudian mendapat julukan 'handphone sakti'.
Hal itu pernah diungkap oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam postingannya di Instagram. Dia sempat mengunggah momen saat Prabowo sedang berbicara di telepon menggunakan ponsel berstiker Ranger AS milik Teddy.
"Sebelum mendampingi Presiden Prabowo bertemu Presiden Putin, saya sempatkan berfoto dengan Seskab Teddy Indra Wijaya beserta smartphone sakti," tulis Zulkifli Hasan.
Pembicaraan Prabowo dengan Trump
Sebagai informasi, Prabowo menerima sambungan telepon dari Trump, Selasa (15/7) malam, saat Kepala Negara masih berada di Eropa. Komunikasi tersebut terjalin setelah Indonesia melakukan berbagai upaya negosiasi dengan pihak AS terkait kebijakan tarif impor.
"Presiden Prabowo sendiri secara langsung melakukan negosiasi penurunan tarif dengan Presiden Donald Trump yang adalah seorang negosiator tangguh," ungkap keterangan di akun @sekretariat.kabinet.
Setelah melalui proses negosiasi dengan memahami kepentingan masing-masing negara, akhirnya dicapai kesepakatan penurunan tarif impor dari 32 persen menjadi 19 persen pada produk-produk Indonesia.
Teddy menambahkan, bahwa detail hasil kesepakatan tarif dagang Amerika Serikat terhadap Indonesia ini akan ditindaklanjuti oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Diketahui, Presiden AS Donald Trump menyatakan tarif impor senilai 19 persen akan diberlakukan terhadap produk-produk Indonesia yang masuk ke AS, berdasarkan negosiasi langsung yang dilakukannya dengan Presiden Prabowo.